“Bapamu Melihat Yang Tersembunyi”: Renungan, Rabu 19 Juni 2019

0
2422

Hari biasa (H)

2Kor. 9: 6-11; Mzm. 112:1-2,3-4,9; Mat. 6:1-6,16-18

Lakukanlah kebaikan dengan kerendahan dan ketulusan hati. Di zaman modern sangat nampak bahwa orang sering membagikan kegiatan-kegiatan atau tindakan mereka di media sosial supaya dilihat oleh orang banyak. Bahkan, ada yang mengirim fotonya yang sedang berdoa supaya dilihat orang lain. Ada yang hanya main-main, tetapi ada yang suka supaya orang lain tahu apa yang sedang ia perbuat. Terkesan bahwa orang mencari perhatian dari orang lain dan mungkin pula pujian. Inilah kecenderungan manusiawi yakni lebih mudah membuat perhitungan untung dan rugi dan besarnya hasil dari sebuah tindakan daripada memilih untuk melakukan kebaikan itu dengan diam-diam, tulus, dan rendah hati.

Injil hari ini mengajarkan 3 hal yang sangat kristiani untuk dihayati, tanpa harus bergantung pada media sosial dan pujian publik, namun menambah akhlak dan kemuridan kristiani. Pertama, karya amal kasih atau memberi sedekah. Lewat bacaan Injil diajarkan supaya memberi bantuan kepada orang lain dengan sepenuh hati tanpa ada perhitungan dan tidak perlu supaya orang lain harus mengetahui perbuatan itu. Karena, Bapamu yang di Sorga telah melihat perbuatanmu yang tersembunyi itu dan akan membalasnya.

Kedua, doa. Yesus mengingatkan supaya kalau berdoa jangan seperti orang munafik yang memperlihatkan kepada orang lain supaya orang mengetahui bahwa dia adalah seorang pendoa. Doa bukan untuk disombongkan tapi doa dimaksudkan untuk membangun relasi yang intim dengan Allah Bapa sehingga, tidak perlu diupload dan diperlihatkan kepada orang lain. Untuk itu berdoalah di hadapan Allah di tempat yang tertutup dan bukalah hatimu untuk menerima anugerah dari pada-Nya.

Ketiga, puasa. Berpuasalah dengan wajah yang ceria bukan dengan muka yang suram supaya orang lain mengetahuinya. Untuk itu Yesus mengatakan kepada muridnya supaya kalau berpuasa minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu.

Lewat Bacaan Injil Yesus menghendaki supaya kita melakukan perbuatan kasih seperti memberi, berdoa dan berpuasa tanpa maksud mencari kemuliaan diri kita. Tetapi semua itu dilakukan demi kemulian Allah Bapa yang di surga. Dia sendiri akan memberikan kemulian itu kepada kita.

(Fr. Amandus Malirafin)

“Jangan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2Kor. 9:7).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, semoga kami tak lelah melakukan kasih-Mu kepada orang lain dengan tulus dan kerendahan hati. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini