Hari Biasa Pekan VI Paskah (P)
Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26-16:4a
Saksi adalah seseorang yang memiliki informasi atau pengetahuan tentang suatu kejadian. Melalui indra mereka (mis. penglihatan, pendengaran, penciuman) seorang saksi dapat mengalami dan memahami tentang kejadian tersebut. Pada dasarnya orang yang disebut sebagai saksi hadir sebagai seseorang yang memperjuangkan kebenaran. Ia hadir dengan memberi kesaksian tentang kejadian yang sungguh-sungguh terjadi.
Bacaan-bacaan hari ini, khususnya bacaan Injil, mengisahkan Yesus yang menguatkan para murid-Nya. Supaya jangan takut terhadap dunia yang membenci-Nya serta orang-orang yang mengikuti-Nya. “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”
Selanjutnya dikatakan, “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku”.
Menjadi seorang saksi bukanlah sesuatu hal yang mudah. Oleh sebab itu, terkadang orang lebih memilih untuk diam daripada menjadi saksi pada sebuah kejadian atau perkara. Terkadang dalam hidup sehari-hari, kita takut untuk memberi kesaksian tentang hal-hal yang benar, hal-hal positif yang dapat membangun kehidupan bersama.
Bacaan Injil hari ini mengajak kita agar lebih berani menjadi seorang saksi. Tentu menjadi orang yang memperjuangkan kebenaran bukanlah hal yang mudah. Apalagi hal yang kita perjuangkan bertolak belakang dengan cara pandang orang banyak. Ketika orang banyak tidak setuju dengan apa yang kita katakan, dapat saja kita dikucilkan, dijauhi bahkan bisa dibunuh.
Menjadi saksi Kristus di zaman seperti ini bukanlah hal yang mudah. Zaman di mana kebanyakan orang lebih mementingkan dirinya sendiri. Orang lebih memilih untuk hidup enak tanpa terikat sedikitpun. Misalnya diikat oleh aturan-aturan gerejani dan sebagainya.
Namun sebagai orang-orang yang mengenal Allah, kita diingatkan agar tidak perlu merasa takut sebagai seorang saksi Kristus. Sebab Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa akan selalu menyertai kita.
(Fr. Frederikus Babaubun)
“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku” (Yoh. 15:25).
Marilah berdoa:
Tuhan, tuntunlah aku agar dapat berbicara benar dan menjadi saksi yang baik dalam hidup sehari-hari. Amin











