“Roh Kebenaran”: Renungan, Rabu 29 Mei 2019

0
4474

Hari Biasa Pekan VI Paskah (P)

Kis. 17:15,22-18:1; Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd; Yoh. 16:12-15.

Beberapa bulan yang lalu, ada seorang guru honorer yang dipecat dari sekolah karena berani menegur kepala sekolah yang korupsi. Sungguh tragis, suara kebenaran yang disampaikan harus berujung pada pemecatan. Ketika ditanya apakah tidak menyesal dipecat, guru honorer itu menjawab bahwa lebih baik dia dipecat daripada membiarkan kejahatan terjadi. Secara pribadi saya bertanya-tanya apa yang mendorong atau menggerakkan seseorang sampai berani mengambil sikap demikian.

Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang memberi jaminan kepada para murid yakni Roh kebenaran. Roh kebenaran akan memimpin para murid ke dalam segala kebenaran karena Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, melainkan dari apa yang diterima dari Yesus. Jaminan yang Yesus berikan kepada para murid mengungkapkan realitas aktual yakni relasi Allah Tritunggal sebab segala sesuatu yang Bapa punya adalah Yesus punya, dan Roh kebenaran akan memberitakan kepada para murid apa yang diterima-Nya dari Yesus. Jaminan yang diberikan Yesus kepada para murid menjadi landasan kebangkitan para murid dari kesedihan dan ketakutan. Akhirnya, Roh kebenaran inilah yang memberanikan para murid untuk mewartakan kebenaran Injil di mana-mana, meskipun resikonya adalah penderitaan dan kematian.

Roh kebenaran inilah yang menjadi penggerak bagi Rasul Paulus dalam bacaan pertama sehingga berani mewartakan kebangkitan Yesus kepada orang Atena yang pada saat itu masih menyembah berhala. Paulus dengan berani tampil di Areopagus untuk mewartakan Allah Sang pencipta dan Allah yang membangkitkan orang mati. Ketika mewartakan tentang kebangkitan, banyak orang menertawakan Paulus. Namun pada saat yang sama ada beberapa orang yang bertobat dan percaya.

Saudara terkasih, melalui pembaptisan kita telah menerima Roh Kudus. Roh kudus yang tinggal dalam diri kita merupakan anugerah teristimewa yang diberikan Kristus kepada kita. Sayang sekali, banyak orang percaya yang belum sadar dan membuka diri bagi Roh kebenaran. Banyak orang percaya yang tidak berani menyuarakan kebenaran karena kepentingan diri sendiri.

Hari ini, kita diajak oleh Yesus untuk menyadari bahwa dalam diri kita ada Roh Kebenaran. Kita harus membuka diri bagi Roh kebenaran dengan berani mewartakan kebenaran kepada siapa saja meskipun resikonya adalah penderitaan. Ingat! Menderita demi kebenaran berarti kita telah memuliakan Allah.

(Fr. Damianus Daga)

“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memipin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh. 16:13a).

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, jadikanlah kami sebagai pewarta kebenaran. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini