“Perpisahan dan Perutusan”: Renungan, Kamis 30 Mei 2019

0
2554

Hari Raya Kenaikan Tuhan (P)

Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; atau Ibr. 9:24-28,10:19-23; Luk. 24:46-53

Setiap kali berlibur bersama dengan orangtua di rumah dan hendak berpisah untuk kembali  ke Seminari, saya selalu meminta doa dan dukungan dari orangtua dan keluarga. Perpisahan yang saya alami pada saat itu membuat saya menjadi kuat dan melahirkan semangat baru bagi saya untuk mengejar cita-cita. Perpisahan itu sekaligus perutusan bagi saya untuk mengejar mimpi dan memberikan yang terbaik bagi orangtua dan keluarga demi membalas segala kebaikan dan kasih sayang yang telah mereka berikan.

Hari ini kita merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Yesus naik ke surga setelah mengalami karya, penderitaan, wafat, dan kebangkitan. Bacaan Injil hari ini melukiskan bagi kita bagaimana Yesus berpisah dengan para murid, memberikan berkat, dan mengutus mereka sebagai saksi atas seluruh kehidupan-Nya. Yesus akan mengirim kepada para murid apa yang telah dijanjikan oleh Bapa-Nya yakni Penolong. Dalam kitab Kisah Para Rasul dilukiskan bahwa mereka akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas mereka, dan menjadi saksi-Nya di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Perpisahan yang dialami oleh para murid dengan Yesus adalah puncak dari karya Yesus dan awal permulaan dari perutusan Gereja. Perpisahan pada umumnya yang dialami oleh banyak orang mengandung kesedihan, namun perpisahan yang dialami oleh para murid penuh dengan kegembiraan. Perpisahan itu menggembirakan sebab mereka telah memahami perutusan Yesus dan menantikan karunia yang Yesus janjikan.

Sebelum naik ke Surga, Yesus berpesan kepada para murid, “Dalam namanya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini”. Ini menjadi tugas misioner kita semua. Tugas misioner Gereja dan tugas misioner kita sebagai pengikut Kristus.

Pada Hari Raya Kenaikan Tuhan ini, kita juga mendapat perutusan dari Yesus untuk menjadi saksi-saksi-Nya dalam kehidupan konkret kita terhadap sesama. Allah Bapa dan Allah Putra telah mengutus Roh Kudus bagi kita sebagai kekuatan untuk berani bersaksi atas iman kita. Maka marilah kita sampaikan kepada sesama kita dan kepada dunia bahwa orang harus percaya kepada Tuhan yang telah wafat, bangkit dan naik ke Surga. Tuhan memberkati kesaksian kita.

(Fr. Dedianus Pati)

“Kamu adalah saksi dari semuanya ini” (Luk. 24:48).

 Marilah berdoa:

Ya Bapa, utuslah Roh Kudus-Mu, agar kami mampu menjalankan tugas perutusan kami dengan sebaik-baiknya. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini