“Cintailah Aku”: Renungan, Senin 20 Mei 2019

0
2230

Hari Biasa Pekan V Paskah (P)

Kis. 14:5-18; Mzm. 115:1-2,3-4, 15-16; Yoh. 14:21-26.

Hidup manusia pasti mengalami pengalaman cinta. Pengalaman cinta bersama dengan orang tua, atau dengan sahabat atau dengan kenalan. Intinya manusia selalu merasakan cinta dari orang lain. Misalnya seseorang mendapatkan kunjungan dari orang tua pada saat dirawat di rumah sakit. Lebih dari itu, manusia selalu hidup dalam pengalaman cinta dengan Yesus Kristus.

Berhubungan dengan itu, ada dua hal menarik yang perlu direfleksikan dalam bacaan-bacaan hari ini. Pertama, mencintai. Dalam bacaan Injil, manusia diminta secara langsung oleh Yesus sendiri untuk mencintai-Nya. Bukan karena Dia kekurangan perlakuan cinta dari orang lain. Tetapi Yesus ingin mengajarkan kepada manusia (kita semua) untuk mencintai. Tidak tanggung-tanggung, Yesus sendiri yang memerintahkan untuk mencintai-Nya. Dengan mencintai Yesus, itu berarti kita mencintai Bapa. Hal itu berbeda dengan yang dialami oleh Paulus dan Barnabas. Dalam proses pewartakaan Injil mereka mendapat penolakan dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Itu berarti mereka ditolak oleh orang-orang yang tidak mencintai Allah.

Sesungguhnya, sebelum Yesus meminta untuk mencintai-Nya, Yesus telah mencintai manusia terlebih dahulu. Yesus selalu ada dan hidup bersama-sama dengan manusia.  Itu terungkap dari hal kedua yang kita refleksikan yaitu Roh Kudus. Salah satu bukti cinta Yesus kepada manusia yaitu dengan mengutus Roh Kudus. Roh Kudus tinggal dan hidup bersama di dalam diri manusia. Itu berarti Yesus selalu tinggal bersama-sama dengan manusia. Kita tahu bersama bahwa Bapa, Putra (Yesus) dan Roh Kudus adalah satu. Dengan demikian, Yesus tetap ada bersama-sama dengan manusia, tinggal bersama dengan manusia dan tetap memberikan cinta-Nya kepada manusia.

Saudara terkasih, banyak hal yang kita alami dalam menjalani hidup. Dari begitu banyak pengalaman terdapat pengalaman kasih yang membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Pengalaman yang ingin selalu kita kenang.  Pengalaman kasih dari orang lain. Sadarkah kita bahwa pengalaman kasih yang kita terima dari orang lain merupakan karya Roh Kudus dan bukti cinta Yesus? Roh Kudus yang diutus oleh Yesus tinggal tetap dalam diri setiap manusia. Dengan demikian, Yesus tetap bersama dengan kita dan mencintai kita. Apa tanggapan kita, ketika Yesus berkata, “Cintailah Aku”?

(Fr. Jefry Lumentut)

“Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya” (Yoh. 14:21).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan buatlah aku untuk selalu mencintai-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini