Hari Rabu dalam Oktaf Paskah (P) S. Fidelis dari Sigamarigen dari Imam dan Martir
Kis: 3:1-10; Mzm. 105: 1-2,3-4,6-7,8-9; Luk. 24:13-35
Berapa lama anda mengenal Kristus? Benarkah bahwa anda mengenal-Nya? Banyak orang mengaku sebagai pengikut Kristus ternyata tidak memiliki pengenalan yang mendalam tentang Dia. Bahkan ketika seseorang punya pengenalan yang besar kepada Kristus, pengenalan hanya berada pada tataran rasional dan emosional. Pengenalan yang demikian masih terlalu dangkal dan tidak menjamin kedekatan dengan Kristus.
Kedua murid yang pergi ke Emaus punya pengetahuan yang baik tentang Yesus. Mereka memiliki pengharapan kepada sosok Yesus, sebagaimana pengharapan Yahudi terhadap Mesias. Mereka sudah mendengar beberapa kali ajaran Yesus tentang penderitaan-Nya. Kesaksian tentang Yesus yang mereka ceritakan di jalan menuju Emaus berdasarkan pengetahuan itu.
Kedua murid punya pengetahuan yang cukup tentang Yesus. Pengetahuan ini seharusnya mengantar mereka untuk langsung dapat mengenali Yesus saat penampakan itu. Tapi itu tidak terjadi. Mengapa? Setidaknya ada dua alasan yang nampak.
Pertama, pengenalan kepada Yesus hanya didasarkan pada aspek rasionalitas. Sisi rasionalitas ini membuat para murid tidak mampu mengerti dan menerima kebangkitan Kristus. Aspek rasionalitas tidak mampu membuktikan dan menjelaskan tentang peristiwa kebangkitan. Atas alasan ini Kristus yang sudah ada di hadapan mereka tidak mereka kenali.
Kedua, faktor putus asa dan kecewa terhadap sosok Yesus. Yesus adalah Mesias. Tokoh mesias yang dimengerti oleh orang Israel adalah seorang raja yang akan berperang bersama mereka untuk membebaskan mereka dari perbudakan. Yesus tidak tampil sebagai tokoh Mesias yang diharapkan sehingga menimbulkan kekecewaan dan putus asa dari para pengikut-Nya. Rasa putus asa dan kecewa menjadi faktor penghambat para murid untuk mengenal Kristus, meskipun Kristus telah berhadapan dengan mereka.
Kita sejak masih kanak-kanak sudah diajarkan tentang Kristus. Di keluarga, di Gereja, di sekolah kita senantiasa diperkenalkan tentang sosok Kristus. Kita mesti akui bahwa kita belum mampu mengenal Kristus secara baik. Kita masih sama dengan kedua murid dalam Injil. Meski demikian, Kristus akan tetap sabar membimbing kita sampai pada kesadaran bahwa Dia ada di depan kita dan kita dapat mengenali Dia dengan benar. Membuka diri kepada-Nya, bersedia percaya kepada-Nya adalah kunci kita mengenal Dia dengan benar.
(Fr. Romario Rumlus)
“Terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia” (Luk. 24:31).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga kami semakin mengenal Engkau dalam hidup kami. Amin











