“Perbuatan Orang Benar”: Renungan, Jumat 12 April 2019

0
2504

Hari biasa Pekan V Prapaskah (U)

Yer. 20:10-13; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,5-5,7; Yoh. 10:31-42.

Sebagai anak Allah, setiap orang diwajibkan untuk melakukan perbuatan baik bagi sesama dan terlebih kepada Tuhan. Sebagai makhluk berakal budi dan nati nurani, manusia mampu mengetahui dan mengerti perbuatan yang dikehendaki Allah. Namun, tantangan hidup di masa sekarang, sering menampilkan pandangan dan kenyataan hidup yang berbeda. Banyak orang malah takut berbuat baik dan bertindak benar, karena takut dicemoohkan, diejek dan ditolak oleh orang lain.

Perbuatan Yesus dalam bacaan Injil hari ini, sesungguhnya telah mendobrak ketakutan manusia sekarang. Yesus berkata bahwa Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa. Artinya, Yesus dan Bapa adalah satu. Hal ini jelas menunjukkan bahwa apa yang diperbuat Yesus adalah pekerjaan dari Allah Bapa. Yesus melakukan pekerjaan atau tanda-tanda itu, agar umat manusia sadar dan mengerti tentang kebaikan Allah dalam dirinya. Bukan pekerjaan yang justru menghujat Allah seperti pandangan orang Yahudi terhadap Yesus, yang membuat mereka marah, bahkan bertindak dengan mengambil batu untuk melempari  Yesus.

Hal ini pun tak lazim lagi ditemukan dalam hidup sekarang. Terkadang manusia sekarang melihat perbuatan baik dan benar sebagai suatu yang relatif saja. Banyak orang memilih untuk menghindari  perbuatan baik yang sesuai dengan pekerjaan Allah, sebab perbuatan  baik yang dilakukan sering dipandang sebelah mata oleh orang lain. Bahkan mereka tidak berani melakukannya sama sekali karena takut dicibir oleh sesamanya. Orang takut dianggap munafik, karena berbuat baik dengan adanya maksud lain. Ataupun takut disebut sebagai orang sombong yang ingin memamerkan kebaikan pada orang lain, atau dalam bahasa sehari-hari disebut “mencari muka”.

Dalam Injil Yohanes Yesus telah menegaskan bahwa Ia adalah Anak Allah. Kita juga sebagai putera-puteri Allah perlu keluar dari ketakuan itu. Anak Allah tak penah takut melakukan pekerjaannya. Seperti Yesus yang tak pernah takut dan terus melakukan pekerjaan Allah. Maka genaplah apa yang dinubuatkan oleh nabi Yeremia: Tuhan memuji orang benar yang melihat batin dan hati. Maka kita yang melakukan perbuatan baik sesuai kehendak-Nya telah dipuji dan dibenarkan oleh Allah.

(Fr. Phedy Huklubuk)

“Ya Tuhan semesta alam, yang memuji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku” (Yer. 20:12).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Allahku, berikanlah kekuatan dan keberanian agar aku mampu melakukan perkara-perkara yang Kaukehendaki. Amin.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini