“Keragu-Raguan Yang Tak Perlu”: Kamis, 4 April 2019

0
2347

Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U)             

Kel. 32:17-14; Mzm. 106:19-20,21-22,23; Yoh. 5:31-47

Dalam kehidupan sehari-hari, pastilah kita pernah memberikan suatu pernyataan atau kesaksian sehubungan dengan kejadian-kejadian yang orang lain atau kita sendiri alami. Namun terkadang kesaksian kita itu tidak serta merta diterima oleh orang lain. Apalagi bila kita memberikan kesaksian tentang diri kita sendiri. Tak jarang kita dituduh memberikan kesaksian yang palsu atau hoax.

Apa yang pernah kita alami saat ini, jauh sebelumnya sudah pernah dialami oleh Yesus. Setelah mewartakan kabar baik dan menyembuhkan orang yang menderita, Yesus memberikan kesaksian tentang diri-Nya kepada orang banyak pada zaman-Nya. Namun, mereka masih saja tidak percaya kepada-Nya. Padahal apa yang pernah mereka dengar dari Yohanes sudah menjadi nyata dan hadir bersama mereka. Kehadiran dan tindakan Yesus tidak mampu dirasakan dan dialami oleh orang-orang Israel. Sikap keragu-raguan masih saja mereka tunjukkan.

Peristiwa  ini juga pernah mewarnai perjalanan sejarah bangsa Israel, ketika mereka sedang berjalan keluar dari Mesir. Sebagaimana diceritakan dalam bacaan pertama, bahwa orang Israel merasa bahwa mereka sudah ditinggalkan oleh Allah sehingga mereka membuat lembu tuangan dan menyembahnya sebagai allah mereka. Perbuatan mereka ini membuat Allah sangat marah dan menimpahkan malapetaka kepada mereka. Peristiwa ini  menunjukkan bahwa baik orang Israel pada zaman Musa dan zaman Yesus tetap saja memiliki keragu-raguan dan bahkan masih kurang percaya akan apa yang telah diwartakan dan dilakukan oleh Yesus sendiri.

Lalu bagaimana dengan kita, yang sama sekali belum pernah melihat Yesus dan hanya mendengarkan cerita-cerita tentang-Nya dalam Kitab Suci?  Masih kurang percayakah kita kepada-Nya? Masa praspaskah ini menjadi momen terbaik dan terindah bagi kita untuk kembali melihat hati kita dan berbalik kepada-Nya. Pernah merasa ragu kepada orang di sekitar kita merupakan hal yang manusiawi asal jangan meragukan kuasa Allah. Sebab Dia yang telah mengutus Putra-Nya untuk menebus dosa-dosa kita dengan menderita sengsara, wafat, pada akhirnya bangkit kembali pada  hari paskah yang akan kita rayakan nanti. Kita tak bisa ragukan kuasa-Nya.

(Fr. Efrianus Kaka Embu)

Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yoh. 5:40).

Marilah berdoa :

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk mengenal, melihat dan merasakan kehadiran-Mu di dalan perjumpaan kami bersama dengan orang lain. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini