“Kebangkitan Yang Mulia”: Renungan, Senin 22 April 2019

0
3645

HARI SENIN DALAM OKTAF PASKAH (P)

Kis. 2:14,22-32; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Mat. 28:8-15.

Kematian kekal merujuk pada kehidupan akhir setiap makhluk hidup yang penuh dengan misteri. Sering timbul banyak pertanyaan seputar kematian, seperti misalnya, apa yang akan terjadi setelah kematian?, mengapa tidak seorangpun yang tahu kapan dia akan meninggal?, atau kenapa harus ada kematian?.  Kematian tidak bisa ditukar atau digantikan dengan uang, dengan perbuatan baik, dengan amal dan sebagainya. Nah sebagai orang beriman, bagi kita sendiri apa itu kematian?

Bagi beberapa pihak, kematian Kristus di kayu salib adalah suatu kebodohan.  Mungkin banyak orang yang sering bertanya: bagaimana mungkin Tuhan disalibkan oleh manusia ciptaan-Nya sendiri?.  Kalau Kristus itu Tuhan seharusnya Ia bisa membuktikan kuasa-Nya dengan meloloskan diri dari orang-orang yang akan menyalibkan Dia.  Tapi tujuannya, tidaklah demikian.

Dalam bacaan yang pertama, dikisahkan bagaimana Petrus dan para rasul bangkit dan berdiri di depan banyak orang sebagai saksi Kristus. Petrus dan para rasul yang telah mengalami kasih Kristus sendiri, kemudian bangkit menjadi saksi untuk mewartakan tentang Kristus yang telah mengalami siksaan sampai mati dan sudah dibangkitkan oleh Allah dari antara orang mati. Kematian Kristus merupakan momen yang sangat penting di dalam Gereja, di mana Tuhan yang menjadi manusia rela disalibkan dan mati demi menebus dosa semua manusia.

Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan bagaimana Kristus yang telah mengalami kematian kemudian dibangkitkan oleh Allah untuk menunjukkan bahwa Kristus benar-benar memiliki kuasa untuk mengalahkan maut. Diceritakan bahwa sesudah bangkit dari kematian, Yesus kemudian menampakkan diri kepada perempuan-perempuan dan menyuruh mereka supaya mengatakannya kepada para murid.

Sebuah sukacita besar yang boleh dialami perempuan-perempuan yang berjumpa dengan Yesus sehingga sukacita inilah yang membuat para wanita ini ingin cepat-cepat menyampaikan kabar baik kepada para murid-Nya. Kebangkitan Kristus itu pula menjadi kekuatan dan dorongan bagi Petrus untuk mewartakan kepada banyak orang bahwa Kristus benar-benar telah dibangkitkan dari antara orang mati. Karena itu sekarang, hendaknya kita turut ikut ambil bagian pada pesta  Paskah Suci yang telah dipersiapkan-Nya untuk kita. Pintu surga telah dibuka bagi kita dan kita mau mempersembahkan diri kita di hadapan-Nya, dengan selalu mengetahui bahwa Ia akan menerima kita sebagai anak-anak-Nya.

(Fr. Jeklin Mononimbar)

“Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Enkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.” (Mzm. 118:21).

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, terima kasih karena dengan salib-Mu Engkau telah menebus dunia. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini