Hari Minggu Prapaskah I (U)
Ul. 26:4-10; Mzm. 91:1-2,10-11,12-13,14-15; Rm. 10:8-13; Luk. 4:1-13.
Allah berkarya di dalam kehidupan bangsa Israel lewat tanda-tanda dan mukjizat, untuk menghantar mereka keluar dari perbudakan di Mesir. Meskipun demikian, ada saat dimana mereka bersungut-sungut kepada Allah, oleh karena rasa lapar yang mereka alami ketika berada dalam perjalanan menuju tanah terjanji. Mereka mendapat teguran dari Allah, karena lemahnya keyakinan akan karya dan penyertaan Allah di dalam kehidupan mereka. Rasa lapar secara manusiawi membuat iman mereka akan Allah menjadi pudar.
Injil hari ini menceritakan tentang kisah “Pencobaan di padang gurun”. Di sana Yesus dicobai oleh iblis yang tahu benar akan hal-hal duniawi yang selalu diinginkan banyak orang. Godaan untuk mengubah batu menjadi roti, godaan untuk mendapatkan seluruh kerajaan dunia, asal Yesus mau menyembah si penggoda, dan godaan untuk menunjukkan kuasa Yesus sebagai Anak Allah.
Hal-hal demikian jelas terarah pada kenikmatan duniawi; harta, jabatan dan kekuasaan. Meskipun demikian, godaan manusiawi itu tidak meruntuhkan keyakinan akan rencana karya keselamatan Allah yang harus terselenggara lewat diri Yesus. Iblis si penggoda, tak mampu berhadapan dengan orang yang pandangannya sungguh-sungguh terarah kepada karya dan rencana Allah.
Perkataan “Manusia hidup bukan dari roti saja.”, “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”, “Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu.” Semua itu sungguh jelas dan tegas menyatakan, bahwa Yesus datang ke dunia untuk fokus berkarya dan melakukan kehendak Bapa.
Peristiwa-peristiwa iman yang terlukis dalam bacaan-bacaan Kitab Suci dan Injil hari ini, sekiranya memberikan gambaran tersendiri di dalam kehidupan umat beriman. Apalagi kita yang sementara menjalani masa Prapaskah untuk menyambut kesaksian iman yang nyata dan luar biasa, yakni Paskah Kristus.
Hal-hal duniawi bukanlah menjadi yang utama di dalam kehidupan manusia, karena justru dapat menghantar masuk ke dalam pencobaan. Hal yang penting adalah hidup seturut kehendak Allah, agar buah-buah keselamatan dapat diperoleh. Allah berkarya dan menolong umat-Nya, oleh karena kehendak-Nya agar setiap orang dapat memperoleh keselamatan. Jika kita telah terlanjur terjerumus ke dalam pencobaan dari dunia ini, pertobatan adalah kunci yang membuka kembali pintu keselamatan.
(Fr. Koresh Lila)
“Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja” (Luk. 4:4).
Marilah berdoa:
Ya Allah, kuatkanlah aku dalam menghadapi setiap cobaan dalam hidup ini dan bebaskanlah aku dari yang jahat. Amin.











