“Perlawanan”: Renungan, Kamis 28 Maret 2019

0
2675

Hari Biasa Pekan III Prapaskah (U)

Yer. 7:23-28; Mzm. 95:1-2, 6-7, 8-9; Luk. 11:14-23.

Dalam hidup seringkali kita suka melawan atasan, guru, teman, orangtua bahkan Allah. Memang hal ini adalah suatu kesalahan yang mendatangkan dosa. Namun pertanyaannya ialah mengapa kita melawan kebaikan dan tidak melawan kejahatan, dosa dan iblis?

Sabda Tuhan lewat bacaan-bacaan hari ini mengisahkan pula tentang hal “perlawanan”. Bacaan pertama berbicara tentang orang Israel yang melawan Allah yang telah berjasa membebaskan mereka dari Mesir dan menyelamatkan mereka. Orang Israel tidak tahu berterima kasih atas kasih Allah bagi mereka. Malahan mereka dengan congkaknya berbuat lebih jahat dari nenek moyang mereka.

Penginjil Lukas mengisahkan tentang Yesus yang mengusir setan yang membisukan seseorang. Namun ada beberapa orang menuduh Yesus menggunakan kuasa Beelzebul untuk melakukan hal itu.

Yesus menjelaskan kepada mereka hal kebenaran itu dalam perumpamaan. Tidak mungkin ada perlawanan dalam suatu rumah tangga. Karena kalau hal itu terjadi maka rumah tangga itu tidak akan bertahan. Maka tidak mungkin Yesus menggunakan kuasa setan untuk melakukan hal itu. Namun jika dengan kuasa Allah Yesus mengusir setan maka Kerajaan Allah sudah hadir untuk mereka.

Dari bacaan-bacaan ini kita bisa melihat bahwa kejahatan dan dosa yang dilakukan manusia lahir ketika manusia tidak lagi bersatu dengan Allah bahkan melawan Allah. Orang Israel melawan Allah dan beberapa orang melawan Yesus yang melakukan karya Allah, yang menghadirkan Kerajaan Allah bagi mereka. Inilah bentuk perlawanan dari hati manusia yang jahat, yang dikuasai oleh iblis.

Melalui sabda Tuhan hari ini kita diingatkan agar tidak mencontohi orang-orang Israel yang melawan Allah dan juga beberapa orang yang melawan Yesus dengan menuduh-Nya bersekutu dengan setan. Sebaliknya kita diajak untuk “melawan” kecenderungan diri kita yang jahat, yang tidak setia kepada Allah yang Mahakasih dan mau menyelamatkan kita melalui Yesus Kristus Putera-Nya yang datang membawa Kerajaan Allah kepada kita.

Lakukanlah “perlawanan” bukan kepada Allah tetapi kepada kejahatan, dosa dan iblis yang membinasakan. Kita akan sanggup untuk melakukan “perlawanan” apabila kita bersatu dengan Kristus, sekeluarga dalam kasih Allah lewat Ekaristi kudus yang menjadi makanan rohani, doa kepada Allah dan perbuatan baik kita kepada sesama.

(Fr Benediktus Titirloloby)

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Luk. 11:20)

Marilah berdoa:

Ya Allah, kuatkanlah aku dalam melawan kejahatan, dosa dan iblis. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini