Hari biasa Pekan I Prapaskah (U)
Ul. 26:16-19; Mzm. 119:1-2,4-5,7-8; Mat. 5:43-48.
“Tak kenal, maka tak sayang” adalah satu pepatah yang masih relevan hingga saat ini. Di mana-mana orang selalu membuka sesi perkenalan dalam sebuah pertemuan dengan pepatah itu. Tanpa disadari bahwa hal itu mau menggambarkan kenyataan cara hidup banyak orang dalam menjalin relasi dengan orang lain. Orang hanya peduli kepada orang lain yang ia kenal, dan kepada orang lain yang tidak ia kenal, acuh tak acuh, atau bahkan menaruh rasa curiga kepadanya. Oleh karena itu banyak orang yang terasing dalam keramaian. Banyak orang di sekitarnya tetapi karena tidak saling kenal maka relasi tidak berjalan.
Yesus dalam bacaan Injil hari ini mengajak kita semua untuk saling mengasihi satu dengan yang lain tanpa memandang bulu atau perbedaan, meskipun tidak kenal tetap harus menerapkan kasih itu. Tentu saja karena kita percaya bahwa Yesus adalah Guru dan Tuhan. Dia adalah Guru dan Tuhan yang telah menujukan kasih-Nya kepada kita. Oleh karena itu pantaslah kita menunjukkan sikap taat kepada-Nya dengan cara mengikuti apa yang diteladankan-Nya kepada kita.
Dalam konteks itu, Yesus menghendaki dan mengajarkan kita untuk mengasihi siapa saja, baik itu orang yang kita kenal, orang-orang terdekat kita, pun orang-orang yang tidak kita kenal, atau orang-orang asing. Yesus menegaskan bahwa itulah kelebihan kita sebagai murid-murid Yesus, Guru dan Tuhan kita. Hanya mengasihi orang-orang terdekat kita atau hanya mereka yang kita kenal, itu juga bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Yesus.
Jika kita hanya berlaku demikian, yakni hanya mengasihi orang-orang yang kita kenal saja, kita tidak ada bedanya dengan orang lain yang tidak mengenal Yesus. Karena orang jahat sekalipun bisa melakukan itu. Sebab orang jahat juga mengasihi orang-orang terdekatnya. Tuhan Allah kita mencintai siapa saja. Oleh karena itu kita sebagai murid-murid-Nya juga mencintai siapa saja. Karena dengan mencintai siapa saja, baik orang-orang yang kita kenal, orang asing dan bahkan orang jahat, hidup kita menyerupai dan menggambarkan Yesus, Guru dan Tuhan kita yang sempurna adanya.
(Bala Sumarre)
“Kasihilah musuhmu sebagaimana Bapamu yang di surga menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang baik dan menurunkan hujan bagi orang benar dan orang yang tidak benar” (Mat. 5:44-46).
Marilah berdoa:
Tuhan yang Mahahakasih, jadikanlah hati kami seperti hati-Mu, agar kami sanggup mengasihi siapa saja. Amin.











