“Tanggung Jawab Manusia”: Renungan, Rabu 27 Februari 2019

0
2048

Hari Biasa (H)

Sir. 4: 11-19; Mzm. 119: 165, 168, 171, 172, 174, 175; Mrk. 9: 38-40.

Setiap dari kita mempunyai sumbangan yang dapat diberikan, sebab kita masing-masing memiliki sesuatu yang sangat berharga. Tugas kita adalah menemukan sesuatu yang sangat berharga itu dalam diri kita dan membagikan kepada orang lain. Apa yang sangat berharga itu adalah harta yang ada dalam diri kita.

Harta itu adalah harta yang seharusnya tidak dikuasai atau disembunyikan sehingga harta itu mati bersama dengan kita tanpa dibagikan kepada orang lain yang juga membutuhkannya. Kita menutup diri kita dan membuat tembok-tembok pemisah dan tidak mau melihat keluar dari diri kita. Padahal orang lain memohon kepada kita dan mengetuk-ngetuk pintu hati kita agar kita  membantunya.

Saudara yang terkasih, Injil hari ini mengisahkan tentang seorang yang bukan pengikut Yesus mengusir setan dalam nama-Nya dan para murid mencegah karena mereka tahu bahwa orang itu bukanlah pengikut Yesus. Namun Yesus berkata agar para murid tidak mencegahnya karena siapa yang tidak melawan berada di pihak Yesus.

Dari Injil ini Yesus berpesan kepada kita, bahwa cara yang paling baik untuk membagikan apa yang kita punya kepada orang lain adalah dengan menolong orang yang membutuhkan pertolongan kita. Yesus juga mau berkata kepada kita bahwa kita sebagai manusia mempunyai tugas untuk menolong karena itu adalah bagian dari harga yang harus kita bayar untuk ruang yang kita tempati di dunia ini.

Namun terkadang kita sering menutup diri kita dan tidak mau menerima orang lain dalam karya kita. Kita ingin agar kitalah yang menjadi populer saat melakukan sesuatu, dan orang lain tidak. Terkadang untuk menjadi seperti Kristus, kita harus menjadi imitasi dari diri Kristus dan mengutamakan Kristus dalam diri kita.

Seorang yang bukan pengikut Kristus dapat mengusir setan dalam nama Yesus. Hal itu terjadi bukan karena kuasa dari orang itu sendiri, tetapi karena kuasa Kristus sendiri yang bekerja dalam dirinya. Kita justeru adalah murid-murid Yesus. Jadi, kuasa itu seharusnya ada dalam diri kita.

(Fr. Emanuel Paji)

“Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita” (Mrk. 9: 40).

Marilah berdoa:

Tuhan, bantu dan bimbinglah aku agar dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain yang membutuhkan pertolongan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini