“Murid yang Taat”: Renungan, Kamis 7 Februari 2019

0
2277

Hari Biasa (H).

Ibr.  12:18-19,21-24 ; Mzm. 48: 2-3a,3b-4,9,10,11;  Mrk. 6:7-13.

Injil hari ini menampilkan bagaimana Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk pergi mewartakan dan mengusir roh jahat. Perkataan Yesus ini menunjukkan akan dua hal yakni, menerima perintah dan memperoleh kekuasaan khusus. Para murid menerima perintah dari Yesus yakni mewartakan Kerajaan Allah. Mereka meneruskan karya misi Yesus. Selain itu, mereka juga menerima kuasa khusus yang berasal dari Yesus sendiri. Kuasa yang diberikan oleh Yesus yakni kuasa untuk mengusir roh jahat (setan).

Para murid tidak hanya sebatas menyaksikan apa yang dilakukan oleh Yesus, melainkan diberi kuasa. Awalnya mereka dipanggil melalui panggilan khusus oleh Yesus dan mereka diberi pengajaran. Mereka dipanggil untuk menemani Yesus dan hadir bersama-Nya ketika Ia menyembuhkan banyak orang dan mengusir roh jahat. Mereka yang dulunya hanya bisa menyaksikan, kini menjadi orang utusan yang diberi perintah dan kuasa untuk melakukan hal yang sama.

Perutusan para murid ini juga diiringi dengan rincian lebih lanjut mengenai pakaian yang harus dibawa, di mana harus tinggal dan apa yang harus dilakukan bilamana ditolak. Yesus dalam perkataan-Nya menunjukkan bahwa para murid dalam hal melayani tidak perlu pikir susah tentang hal-hal duniawi. Yesus menunjukkan bahwa tidak ada yang lebih penting dari pada percaya kepada Allah. Banyaknya uang, makanan, pakaian dan punya tempat tinggal yang mewah adalah hal yang tidak penting. Dihormati dan disegani oleh banyak orang, namun semuanya menjadi percuma bilamana kita tidak percaya kepada Allah dan melakukan perintah-Nya.

Kita semua adalah murid-murid Kristus dan kehidupan sehari-hari kita menjadi jawaban terhadap panggilan Tuhan itu sendiri. Apakah kita bisa memperoleh keselamatan atau tidak? Melalui hidup dengan sesama dan alam, kita telah menunjukkan apa persis jawaban kita akan panggilan Tuhan. Memperoleh keselamatan atau tidak tergantung pada setiap pribadi. Maka dari itu, untuk memperoleh hal demikian, janganlah mementingkan hal-hal duniawi. Kita harus percaya kepada Allah. Kita harus hidup dalam firman dan melakukan perintah-Nya.

 (Fr. Mario Sakbal)

“Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu”(Mrk. 6:10b).

Marilah Berdoa:

Ya Bapa, buatlah kami menjadi murid yang sejati. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini