Hari Biasa (H)
Kej. 8:6-12, 20-22; Mzm. 116:12-13,14-15,18-19; Mrk. 8:22-26
Dalam kenyataan hidup sekarang ini, banyak orang yang mengalami buta rohani. Orang yang mengalami buta rohani adalah mereka yang tidak mampu melihat secara bijak, tidak mampu mengerti secara jelas, tidak mampu mendengar firman Tuhan, dan suka mengandalkan kekuatannya. Ini artinya, dalam diri manusia ada selubung yang menutupi mata hati dari setiap orang. Hal inilah yang menjadi kelemahan manusia, sehingga dalam kehidupannya ia membutuhkan jamahan dari Tuhan.
Bacaan Injil hari ini menceritakan jamahan Yesus terhadap setiap orang yang datang kepada-Nya. Ketika Yesus dan para murid sampai di Betsaida, orang membawa kepada Yesus seorang buta. Sikap dari orang-orang ini menunjukkan adanya niat untuk menolong orang yang menderita. Mereka tahu bahwa Yesuslah yang bisa memulihkan orang buta itu. Inilah yang menjadi semangat orang-orang yang percaya kepada Yesus.
Yesus memegang tangan orang itu dan membawanya ke luar dari kampung. Tindakan Yesus ini menunjukkan bahwa Yesus menuntun orang itu untuk keluar dari penderitaan menuju pada kebahagiaan. Inilah yang menjadi misi Yesus datang ke dunia yakni, membawa semua orang pada kebahagiaan sejati. Orang buta itu dapat mengalami jamahan hati yang sesungguhnya dari Tuhan. Kemudian Yesus meletakkan tangan lagi pada mata orang itu. Jamahan yang kedua ini membuat orang itu seungguh-sungguh merasakan kesembuhan.
Orang buta yang dijamah oleh Yesus menandakan bahwa kita adalah manusia yang lemah, sehingga kita sering mengalami buta rohani. Untuk itu, kita membutuhkan pertobatan, agar mata hati kita dibuka dan Tuhan dapat memberikan Roh Kudus. Sehingga kita dapat melihat, mengenal, dan merasakan bahwa Tuhan adalah jamahan yang sejati. Sebab tanpa mata hati kita yang disinari oleh Roh Kudus, kita tidak bisa mengalami dan mengerti tentang pengharapan akan keselamatan.
(Fr. Joe Titirlolobi)
“Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon”
(Mrk. 8:24).
Marilah Berdoa:
Tuhan, ajarilah aku tentang kelembutan hati, agar aku bisa menjamah orang yang buta rohani. Agar supaya mereka sadar akan kasih-Mu yang tak berkesudahan. Amin.











