“Hati yang Murni”: Renungan, Rabu 13 Februari 2019

0
2465

Hari Biasa (H)

Kej. 2:4b-9,15-17; Mzm. 104:1-2a,27-28,29bc; Mrk. 7:14-23

Jika kita melihat makanan di sebuah restoran pasti kita akan menginginkannya. Apalagi bila makanan itu terlihat sangat enak. Akan tetapi sesudah kita memakan dan mengeluarkannya, kita pasti akan merasa tidak enak untuk memandangnya lagi. Memang hal makan ‘baik adanya’, karena bermanfaat bagi tubuh kita: memberikan asupan nutrisi ataupun energi. Tetapi apakah masih ‘baik’ jika kita mengeluarkannya?

Bacaan Injil hari ini berbicara tentang apa yang haram/najis dan tidak. Yesus mengatakan bahwa apa pun yang dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya. Tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.

Lantas patut kita bertanya: Pernahkah saya berkata kasar? Atau berkata yang tidak-tidak? Ataupun melakukan kesalahan dengan sengaja kepada orang lain? Ada pelbagai penyebab sehingga konflik terjadi, yang bermula dari apa yang kita katakan atau kita perbuat.

Hanya dengan satu kata atau satu perbuatan saja dapat dimulai suatu pertikaian yang besar dan nyawa pun bisa menjadi ancaman. Ataupun dalam kehidupan bersama, kita merasa tidak senang dengan orang lain dan mulai menghasut orang untuk membenci sesama. Akhirnya hal tersebut mendatangkan dosa bagi kita. Itu semua mucul dari dalam diri kita!

Yesus dalam Injil berbicara mengenai hati. “Sebab dari hati seseoranglah timbul segala pikiran jahat.” Jadi apakah yang kita makan mendatangkan dosa? Tentunya tidak. Karena yang mendatangkan dosa atau kenajisan kepada seseorang yakni hati yang busuk.

Sebab hati yang busuk dapat membawa orang pada percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan, dll.

Injil hari ini mengajak kita untuk melihat lebih dalam ke lubuk hati. Kita diajak untuk mengolah hati. Sehingga hati kita menjadi hati yang murni. Hati yang jauh dari dendam, cemburu, iri hati, dll.

Kita harus melepaskan segala sesuatu yang dapat membuat hati kita menjadi busuk: segala bentuk kejahatan dan dosa. Itu semua dapat kita capai dengan hal sederhana yakni bersikap rendah hati serta mencintai sesama dan Tuhan.

(Fr. Hanny Ering)

“Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya” (Mrk. 7:21)

Marilah berdoa:

Tuhan, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu sehingga dapat memancarkan terang bagi banyak orang. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini