“Hati yang Berbelaskasih”: Renungan, Sabtu 16 Februari 2019

0
2497

Hari Biasa (H)

Kej. 3:9-24; Mzm. 90:2,3-4,5-6,12-13; Mrk. 8:1-10.

Beberapa bulan yang lalu kita digemparkan dengan peristiwa gempa dan tsunami di Palu yang menewaskan ribuan orang. Peristiwa yang dahsyat ini telah mendatangkan duka dan penderitaan bagi masyarakat Palu dan sekitarnya. Setelah bencana yang mematikan ini, ternyata masih banyak saudara-saudari kita yang selamat. Mereka yang selamat pasti sangat membutuhkan belas kasih dan pertolongan dari kita.  Adakah di antara kita yang tergerak hati untuk menolong mereka?

Dalam Injil hari ini, Yesus berkata kepada para murid, “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini”. Sabda Yesus ini didasarkan pada kenyataan bahwa ada begitu banyak orang yang mengikuti-Nya dan orang banyak itu kehabisan makanan. Sebab makanan memang menjadi kebutuhan manusiawi apalagi bagi mereka yang rela mengikuti Yesus berhari-hari lamanya bahkan sampai ke tempat yang sunyi. Tuhan Yesus tidak mau melihat orang banyak itu mati kelaparan karena mengikuti-Nya. Kerelaan orang banyak untuk mengikuti Yesus selama tiga hari sampai kehabisan  makanan membuat hati Yesus tergerak oleh belaskasihan.

Hati Yesus yang digerakkan oleh belas kasihan kepada orang banyak terwujud dalam tindakan-Nya. Yesus bertanya kepada mereka, “Berapa roti yang ada padamu?” Jawab mereka, “Tujuh”. Lalu Yesus mengambil roti itu dan mengucap syukur. Setelah mengucap syukur Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk membagikan roti itu kepada orang banyak. Setelah itu Yesus mengambil beberapa ikan dan mengucap syukur lalu menyuruh para murid untuk membagikannya. Orang banyak itu makan sampai kenyang bahkan masih ada sisanya sebanyak tujuh bakul.

Sabda Yesus yang mengatakan “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan” mengandung makna yang sangat dalam. Yesus menghendaki agar hati para murid digerakkan oleh rasa belas kasihan ketika melihat orang lain menderita. Hati yang digerakkan oleh belas kasihan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yakni menolong orang yang menderita.

Pada saat ini kita diperhadapkan dengan berbagai realitas kehidupan yang menunjukkan penderitaan orang lain. Penderitaan orang lain tidak hanya ada di Palu melainkan ada disekitar kita bahkan mungkin kita sendiri mengalaminya. Dengan realitas yang seperti ini, kita diajak oleh Tuhan Yesus untuk memiliki hati yang tergerak oleh belas kasihan. Hati yang digerakkan oleh belas kasihan akan terwujud dalam perbuatan yang ikhlas tanpa mengharapkan balasan dan pujian.

(Fr. Damianus Daga)

“Hati-Ku tergeraklah oleh belas kasihan kepada orang banyak ini” (Mrk. 10:2)

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, gerakkanlah hati kami untuk menolong orang lain yang menderita. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini