“Beriman KepadaNya”: Renugan, Selasa 5 Februari 2019

0
3031

PW Sta. Agata, Perawan dan Martir (M).

Ibr. 12: 1-4; Mzm.22:26b-27,28,30,31-32; Mrk. 5:21-43.

Saudara terkasih, setiap orang tentu ingin sembuh dari sakit yang dideritanya. Orang akan terus mengerahkan segala cara dan kemampuan yang dimilikinya; waktu, tenaga, materi untuk bisa memperoleh apa yang didambakannya yakni, kesembuhan.

Dalam bacaan Injil dikisahkan tentang mereka yang mencari kesembuhan itu. Wanita yang sakit pendarahan dan Yairus kepala rumah ibadah. Wanita ini sudah 12 tahun menderita sakit pendarahan dan telah menempuh segala cara, mengorbankan segala harta bendanya untuk sembuh. Tetapi, tidak mengalami kesembuhan. Sementara itu, Yairus berjuang dengan mengerahkan tenaga dan waktunya untuk bertemu dengan Yesus, memohon kesediaan-Nya untuk datang ke rumahnya karena anaknya sakit dan sudah hampir mati.

Yesus tidak menuntut materi dan segala hal yang bersifat duniawi. Ternyata, iman dan kepercayaan yang mendalam kepada-Nya merupakan hal yang terpenting. Wanita yang sakit pendarahan dan Yairus telah membuktikan hal itu. Iman dan kepercayaan yang mendalam, mendorong wanita itu untuk menyentuh jubah Yesus, katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh”. Dari sana ia memperoleh kesembuhan yang sudah ia cari selama 12 tahun.

Yairus juga mengalami hal itu. Ia datang dan mohon kepada Yesus untuk menyembuhkan anaknya. Walaupun dikatakan kepadanya bahwa anaknya telah mati, tetapi karena iman dan kepercayaannya kepada Kristus, ia tetap yakin bahwa anaknya akan selamat. Apalagi ditopang oleh perkataan Yesus: “Jangan takut, percaya saja!”.

Namun dalam hidup, orang mau melihat terlebih dahulu hasil dari suatu perbuatan, barulah mereka percaya. Hal itu tersirat pada kelakuan orang-orang yang ada di rumah Yairus. Ketika mendengar perkataan Yesus bahwa anak itu tidak mati tetapi tidur, mereka malah menertawakan Yesus. Ini adalah contoh orang yang tidak mau mengandalkan iman dan kepercayaan mereka. Yesus menunjukkan bahwa ketekunan iman membawa kesembuhan dan keselamatan. Bertekun dalam iman berarti mengikuti apa yang diajarkan oleh Yesus, yakni cinta kasih dan mempraktekkannya dalam hidup.

Hari ini Gereja juga memperingati Sta. Agata, perawan dan martir. Dia telah mengimani Kristus dan mempercayakan hidupnya dalam Kristus. Oleh karena itu, Sta. Agata telah meninggalkan semua sakit dan belenggu duniawi, bahkan ketika mengalami penderitaan karena menolak untuk mengingkari janjinya kepada Kristus. Maka benarlah apa yang ditegaskan oleh rasul Paulus bahwa, mata kita hendaknya tertuju kepada Yesus sebagai pemimpin yang memimpin kita semua dalam iman.

(Fr. Johanis Raharusun).

“Jangan takut, percaya saja!” (Mrk. 5:36).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, anugerahkanlah iman yang teguh kepada kami. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini