Hari biasa (H)
Ibr. 2:5-12; Mzm. 8:2a,5,6-7;8-9; Mrk. 1:21b-28.
Pernahkah kita menyaksikan secara langsung salah satu fenomena yang mungkin menakutkan bagi beberapa orang, yaitu kerasukan? Dalam masyarakat yang masih memiliki tradisi budaya yang sangat kuat, fenomena kerasukan adalah bagian dari ritual mereka. Akan tetapi dalam beberapa kelompok masyarakat fenomena ini menandakan salah satu aspek kehidupan seseorang. Dalam masyrakat Yahudi kerasukan setan dianggap sebagai bentuk kelemahan iman kepada Allah karena kehidupan spiritual seseorang tidak berjalan semestinya.
Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan bagaimana Tuhan Yesus mengusir roh jahat dari seorang yang berada di dalam rumah ibadat di Kapernaum dengan kuasa-Nya. Hanya dengan berkata “Diam, keluarlah dari padanya!”, maka setan itu pun keluar dari orang yang kerasukan tersebut. Hal ini terjadi seperti apa yang dikatakan dalam Surat kepada Orang Ibrani yang berbunyi: segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya. Ini mau menunjukkan kuasa Allah di dalam diri Yesus yang menaklukkan segala sesuatu tak terkecuali roh jahat. Itulah sebabnya mengapa roh jahat takut dan tunduk terhadap perkataan Yesus sebab perkataan itu bukanlah berasal dari manusia biasa tapi berasal dari Dia yang berkuasa akan segala sesuatu.
Tanpa disadari seringkali diri kita mengalami kerasukan oleh si jahat, karena terkadang pikiran kita dituntun oleh roh tersebut dan mengarahkan perbuatan kita pada keserakahan, hawa nafsu, kesombongan, dengki dan balas dendam. Kita melihat bahwa hal tersebut merupakan hal yang biasa saja. Itu juga karena bukan saja pikiran kita dikuasai oleh roh tersebut tapi juga hati. Sehingga hal yang sebenarnya tidak berkenan kepada Allah kita anggap sebagai hal yang biasa. Hal ini membuat kita tidak menyadari bahwa sebenarnya diri kita sedang dikuasai oleh roh tersebut.
Membangun relasi yang intim dengan Tuhan lewat doa dan kesadaran rohani merupakan cara supaya si jahat tak dapat masuk dalam hati dan pikiran kita dan menguasai perbuatan dan sikap kita manusia. Sadarlah dan milikilah keyakinan dan kesadaran akan Dia yang mengatur dan berkuasa akan segala sesuatu. Dalam rangka itu, adalah sangat pantas dan benar apabila semua perbuatan kita selalu didasarkan dan dikuatkan oleh iman akan Kristus.
(Fr. Yehizkiel Lampeuro)
“Segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya” (Ibr. 2:8).
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, semoga pikiran dan perbuatan kami dituntun oleh-Mu. Amin.











