“Mengakui Tuhan dengan Hati”: Renungan, Kamis 24 Januari 2019

0
2306

Pw S. Fransiskus dr Sales, UskPujG (P)

Ibr. 7: 25-8:6; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17; Mrk. 3:7-12.

Pada zaman ini ada berbagai kisah yang menyeramkan tentang praktek sihir yang kita temui di berbagai tempat. Muncul pertanyaan untuk kita apa orang bisa membuktikan praktek sihir itu? Bagaimana mungkin orang yang mempraktekkan hal-hal magis itu justru adalah orang-orang yang beriman?

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan tentang banyak orang yang mengikuti Yesus dan mengagumi Dia karena berbagai tanda mujizat yang dilakukan oleh Yesus. Ia menyembuhkan banyak orang sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan datang kepada-Nya untuk menjamah-Nya. Saking banyaknya orang, Yesus harus menggunakan perahu agar ia tidak terhimpit oleh orang banyak. Bahkan dicatat bahwa setan dan roh jahatpun mengakui Yesus sebagai Putera Allah.

Mereka yang datang berkumpul untuk menerima kesembuhan tidak punya kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Kepercayaan akan Yesus yang didengar dari mulut ke mulut menggerakkan mereka untuk datang mencari-Nya. Inilah yang penting. Bahwa orang mengetahui siapa itu Yesus dan terdorong untuk datang mencari dan mengenal Dia.

Masalahnya sekarang banyak yang hanya mengetahui siapa Yesus, tapi tidak terdorong untuk datang mencari dan mengenal-Nya. Padahal, beriman saja belum cukup. Mesti ada usaha untuk menghayati dan mengamalkan iman kita. Bila merujuk kembali pada mereka yang beriman tapi ‘mempraktekkan hal-hal magis’, sesungguhnya iman mereka tidaklah bertumbuh. Semata-mata hanya sebuah identitas. Tapi tidak diamalkan dalam hidup.

Memang, tidak ada orang yang dapat menghukum siapa yang beriman dalam tindakan dan siapa yang tidak. Ini adalah penilaian Allah. Tetapi dari pihak kita, usaha untuk meminimalisir perbuatan itu adalah dengan mengamalkan iman kita akan Kristus.

Mari kita mencintai dan dan memelihara hidup: hidup kita sendiri dan hidup orang lain, karena Yesus telah memberikan nyawa-Nya agar kita semua hidup. Sehingga dalam iman kita sanggup mengakui bahwa ‘Engkaulah Anak Allah’.

(Fr. Damianus Batlayeri)

Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: Engkaulah Anak Allah” (Mrk.3:11).

 

Marilah Berdoa:

Ya Allah, bantulah kami untuk selalu mempu mencintai hidup kami, serta hidup orang lain, sama seperti Engkau mencintai kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini