Hari Biasa (H)
Ibr. 2:14-18; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Mrk. 1:29-39.
Sekarang ini penyakit tidak hanya menyerang orang usia tua saja tetapi orang usia muda. Kita sering mendengar bahwa stres atau ketidakstabilan mental atau psikis dan perasaan-perasaan negatif seperti marah, dendam, benci, iri hati sering menjadi penyebab utama orang menderita berbagai macam penyakit.
Hari ini kita mendengar bagaimana Yesus menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam penyakit dan mengusir banyak setan. Biasanya orang yang sakit dan menderita akan berusaha mencari siapa saja yang dapat menyembuhkan mereka. Menarik bahwa Yesus menyembuhkan mereka bukan hanya kesembuhan fisik dan psikis, tetapi juga kesembuhan dari kuasa gelap yang disebabkan oleh setan. Barangkali ada penyakit-penyakit yang secara medis tidak dapat dijelaskan karena disebabkan oleh kuasa gelap.
Semua penyakit itu disembuhkan oleh Yesus. Sangat luar biasa dan menakjubkan. Yesus adalah dokter dan penyembuh yang pasti dan tak diragukan lagi. Bagi siapa saja yang sakit, entah sakit fisik, psikis dan diganggu kuasa kegelapan yang mau datang pada-Nya akan disembuhkan. Yesus menyembuhkan orang sakit, mengubah penderitaan menjadi kegembiraan, mengubah sedih menjadi bahagia. Yesus mengubah ke arah yang lebih baik dan membawa kepada kebaikan dan kebahagiaan.
Saudara yang terkasih, sakit dan penderitaan bukan berasal dari Tuhan. Sebab Tuhan justru memberikan kesembuhan dan kebaikan. Barangkali, kita sakit karena virus penyakit yang menyerang tubuh kita. Kadangpula karena stres dan beban psikis sehingga diri kita tidak bekerja maksimal dan membuat kita tidak tenang ataupun diganggu hal-hal yang jahat. Tuhan pun tidak tinggal diam. Ia memberikan jalan agar orang disembuhkan. Ada dokter, perawat, obat-obatan, orang-orang yang mencintai dan mendoakan, juga orang-orang dengan karunia menyembuhkan.
Terlebih khusus ada Tuhan Yesus yang selalu siap menyembuhkan kita, jika kita percaya dan mau datang kepada-Nya. Seperti Yesus pun yang mulia sesudah menderita, begitu juga jika kita menyatukan sakit dan penderitaan kita dengan penderitaan Yesus, kita akan mendapatkan kebahagiaan. Di ujung penderitaan ada kemuliaan, di akhir penderitaan ada kebahagiaan. Semuanya pasti berlalu dan berakhir baik dan bahagia, jika kita percaya kepada Yesus Sang Penyembuh dan Penyelamat.
(Fr. Valentino Pandelaki)
“Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai” (Ibr. 2:18).
Marilah berdoa:
Ya Allah, Engkaulah sumber kekuatan kami. Sembuhkanlah kami bila kami sakit dan hiburlah kami bila kami sedih. Amin.











