“Jangan Takut”: Renungan, Rabu 9 Januari 2019

0
9936

Hari biasa ses PenampTuh (P)

1Yoh. 4:11-18; Mzm. 72:2,10-11,12-13; Mrk. 6:45-52

Ketakutan adalah perasaan spontan atau suatu tanggapan emosi manusia ketika mengalami atau menghadapi suatu bahaya. Kondisi ini tentu pernah dialami oleh setiap orang. Perasaan takut menggambarkan bahwa manusia tidak percaya akan kemampuannya untuk mengatasi setiap permasalahan hidup. Manusia merasa rapuh dan tak lagi memiliki pengharapan.

Injil hari ini mengisahkan para murid yang merasa ketakutan. Ketika hari sudah malam, perahu yang dinaiki oleh para murid sudah berada di tengah danau. Pada saat itu, Yesus sedang berada di darat. Para murid berangkat lebih dahulu sementara Yesus pergi ke bukit untuk berdoa. Yesus melihat betapa payahnya para murid mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. Para murid yang melihat peristiwa ini langsung berteriak-teriak karena takut dan terkejut. Mereka mengira bahwa Yesus adalah hantu. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”. Sesudah itu Yesus pun naik bersama-sama dengan mereka dan angin pun redah.

Apa yang dialami oleh para murid di atas seringkali pula dialami oleh kita semua. Kita seringkali tidak percaya akan kehadiran Tuhan Yesus. Ketika kita mengalami kebahagiaan dan kesenangan, kita seringkali lupa akan Tuhan Yesus. Kita lupa mengucap syukur kepada-Nya. Nanti kalau kita mengalami masalah dan cobaan hidup, barulah kita mencari Tuhan Yesus. Kita mempersalahkan Tuhan Yesus dan dengan gampang mengatakan bahwa Tuhan Yesus telah meninggalkan kita.  Padahal, Dia selalu hadir dalam kehidupan kita.

Allah menghendaki kita supaya kita tidak boleh takut dalam menjalani kehidupan ini. “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (1 Yoh. 4:18). Kasih Allah kepada umat manusia bersifat kekal dan tidak dibatasi oleh apapun. Kita tidak boleh takut dan tidak boleh cemas akan apa yang akan kita alami nanti. Percayalah dan yakinilah, maka Tuhan akan datang dan berkata kepada kita, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”.

(Fr. Gerry Sebastian Manorek )

“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (1 Yoh. 4:18).

Marilah berdoa:

Tuhan, buatlah kami selalu percaya pada-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini