Hari Biasa ses. PenampTuh (P)
1Yoh. 5:5-13; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Luk. 5:12-16.
Saudara terkasih, kata “Credo” (aku percaya) merupakan ungkapan yang tidak asing di telinga. Ungkapan tersebut mau menyatakan iman yang dihidupi dan menjadi kekuatan Gereja Kudus. Gereja percaya dan yakin, bahwa iman inilah yang menjadi dasar bagi dirinya. Tanpa iman tersebut Gereja tidak berdiri pada fondasi yang kokoh. Iman tersebut menuntut suatu sikap percaya Gereja dan angota-angotanya. Percaya merupakan tuntutan dasar bagi pengikut Kristus dalam kesatuannya dengan Gereja katolik. Percaya juga mengindikasikan suatu tindakan kesaksian terhadap iman tersebut.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan seorang yang sakit kusta. Ia datang pada Yesus untuk meminta penyembuhan. Ketika melihat Yesus, ia tersungkur dan memohon untuk ditahirkan. Tindakan ini menunjukkan sikap percaya yang besar terhadap Yesus. Ia percaya bahwa, Yesus akan menyembuhkan dan menyelamatkannya. Kepercayaan yang besar itu muncul tanpa pertimbangan matematis atau logika. Atas dasar kepercayaan orang kusta tersebut, Yesus mengulurkan tangan dan menjamahnya. Kuasa keselamatan Allah tercurah baginya melalui urapan tangan Yesus.
Setelah disembuhkan, Yesus menyuruhnya memperlihatkan diri kepada imam dan menyerahkan persembahan. Suruhan Yesus tersebut merupakan suatu tugas perutusan kesaksian tentang karya keselamatan Allah. Sikap percaya yang menghasilkan keselamatan harus diwartakan, agar semakin banyak orang yang memperoleh belas kasih dari Allah melalui Yesus Kristus. Keselamatan memang bersifat pribadi, namun sebagai orang Kristiani, keselamatan jiwa-jiwa lain merupakan tanggung jawab dari semua orang beriman.
Saudara terkasih, percaya merupakan sikap dasar, tetapi juga merupakan suatu tuntutan bagi para pengikut Kristus. Kuasa keselamatan Allah dalam diri Yesus Kritus akan berdaya guna, apabila orang mau percaya. Sebab, iman akan Yesus Kristus menuntut suatu sikap percaya dan penyerahan diri secara total kepada-Nya, tanpa pertimbangan logis dan matematis.
Iman membutuhkan tanggungjawab dari masing-masing orang. Iman yang dipercayai harus dibagikan lewat kesaksian hidup. Oleh karena itu, iman harus diwartakan kepada semua orang, melalui kesaksian hidup setiap pengikut Kristus. Sebab, keselamatan yang dijanjikan Allah terungkap dalam Pribadi Yesus Kristus, dalam kesatuan dengan Roh kudus. Maka, ketika orang berani bersaksi tentang imannya, ia bersaksi tentang Anak Allah.
(Fr. Christian Pontoh)
“Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki anak, ia tdak memiliki hidup” (1 Yoh. 5:12).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, buatlah kami semakin percaya akan iman yang kami hidupi dan bantulah kami mewartakan karya-Mu yang agung. Amin.











