“Perjumpaan yang Mengagumkan”: Renungan, Minggu 23 Desember 2018

0
2101

HARI MINGGU ADVEN IV (U)

Mi.5:1-4a; Mzm. 80:2ac,3b,15-16,18-19; Ibr. 10:5-10; Luk. 1: 39-45

Empat lilin dalam korona/krans adven telah bernyala. Hari kedatangan Sang Penyelamat semakin dekat. Kegembiraan dan sukacita itu pun semakin terpancar dalam kehidupan kita. Seperti seorang ibu yang menantikan kelahiran bayinya, begitu pun dengan kita. Penantian dan pengorbanan kita pun akan terbayarkan dengan perjumpaan dengan Sang Penyelamat.

Dalam Injil hari ini, kita mendengarkan kisah tentang Bunda Maria mengunjungi Elisabet. Perjumpaan antara keduanya itu merupakan penjumpaan yang mengagumkan. Bunda Maria, setelah mendengar kabar dari Malaikat Gabriel itu, menempuh perjalanan yang begitu jauh demi berjumpa dengan Elisabet. Kegembiraan dan sukacita menyelimuti keduanya. Mereka yang sementara mengandung itu pun saling menguatkan satu sama lain. Bahkan ketika Elisabet mendengar salam dari Bunda Maria, ia pun dipenuhi dengan Roh Kudus. Perjumpaan itu pun bukan hanya sekedar perjumpaan antara kedua wanita yang sementara mengandung. Akan tetapi, perjumpaan itu merupakan perjumpaan antara Tuhan Yesus dengan Yohanes Pembaptis.

Kedatangan Sang Mesias itu ternyata telah dinubuatkan oleh Nabi Mikha. Sang Mesias itu akan datang bukan dari sebuah bangsa yang besar. Akan tetapi, Sang Mesias itu akan datang dari desa kecil, Betlehem. Dari Betlehemlah lahir Sang Mesias yang akan menggembalakan umat-Nya dengan kekuatan Tuhan sendiri. Tuhan Allah sering menggunakan apa yang kecil untuk melaksanakan karya-Nya yang begitu besar.

Rasul Paulus kepada jemaat di Ibrani memberikan kepada kita makna terbesar dalam peristiwa kedatangan Sang Mesias itu. Peristiwa kedatangan Sang Mesias itu tak dapat dipisahkan dari karya agung Allah yaitu persitiwa paskah. Tuhan Yesus datang ke dunia agar supaya kita semua dikuduskan untuk selama-lamanya oleh persembahan Tubuh Kristus itu sendiri.

Tak lama lagi kita akan merayakan Hari Raya Kelahiran Sang Mesias. Ada banyak persiapan yang telah kita lakukan. Baju baru telah dibeli. Rumah telah dipersiapkan. Bahkan pun, makanan dan minuman telah kita sediakan. Tetapi, apakah kita sudah siap secara rohani untuk berjumpa dengan Sang Penyelamat. Sudah siapkah hati kita untuk menyambut dan berjumpa dengan Sang Mesias itu? Perjumpaan dengan Sang Mesias itu sungguh-sungguh menjadi perjumpaan yang mengagumkan jikalau kita sudah siap secara jasmani dan rohani.

         (Fr. Malvin Karundeng)

“Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (Luk. 1:45).

Marilah berdoa:

Tuhan, jadikanlah hatiku siap menyambut-Mu. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini