Hari Raya Natal (P)
Yes. 52:7-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6; Ibr. 1:1-6; Yoh. 1:1-5,9-14.
Selamat pesta Natal. Pada hari ini manusia di seluruh penjuru dunia merasakan gema sukacita Natal. Karena begitu besar kegembiraan itu, maka setiap orang memberikan arti terhadap perayaan Natal. Melalui bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini kita dapat melihat beberapa hal penting tentang arti dan pesan perayaan Natal.
Pertama, kita merasakan betapa bahagianya merayakan kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat dunia. Nabi Yesaya menyerukan bahwa Dia datang membawa kedamaian dan mengerjakan karya agung bagi keselamatan umat manusia, dan kita melihat keselamatan yang datang daripada-Nya.
Kedua, bersama pemazmur dan Rasul Paulus dalam suratnya kepada orang Ibrani kita diingatkan bahwa pesta Natal merupakan pesta agung sebab Allah menyatakan kasih setia-Nya. Meskipun manusia telah berdosa karena tidak mendengarkan sabda Allah melalui para nabi, namun Allah tetap mengasihi manusia.
Ia mengutus Putera Tunggal-Nya ke dunia. Ia menyucikan segala dosa kita. Ia rela mati untuk menyelamatkan hidup kita. Atas jasa-Nya yang mulia, maka Allah telah menyatakan bahwa, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia”, dan terutama kita yang berhutang keselamatan pada-Nya. Maka pantaslah segenap umat manusia memuji dan meluhurkan Allah di Surga.
Ketiga, pesta Natal menyadarkan kita tentang suatu pembaharuan diri dalam terang Kristus. Injil hari ini menyatakan bahwa Allah memperbaharui dunia dalam sabda-Nya dan terang Kristus. Kini sabda Allah menjadi manusia sama seperti kita hanya berbeda dalam hal dosa. Ia dikandung oleh Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan Maria.
Segala sesuatu kini dilihat dalam diri Kristus. Dia adalah segala-galanya bagi kita. Harta umat beriman yang paling berharga seharusnya adalah Kristus, Nil Nisi Christum = Tiada Lain Selain Kristus. Mother Theresa mengatakan, “Kristus saja cukup”. Dalam Kristus kita mendapatkan segala-galanya: kehidupan awal, rezeki dan berkat, pengampunan dosa, dan yang terpenting adalah hidup baru dalam Kristus agar layak disebut sebagai anak-anak Allah.
Natal merupakan peristiwa dimana Yesus Kristus Anak Allah datang ke dunia, tinggal di antara kita, berjalan bersama kita dan berkarya untuk keselamatan kita agar kita anak-anak manusia belajar daripada-Nya bagaimana menjadi anak-anak Allah yang sejati.
(Fr. Benano Titirloloby)
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yoh. 1:14).
Marilah berdoa:
Ya Allah, semoga pesta Natal membawa sukacita dan pembaharuan hidup dalam Kristus bagi semua orang. Amin.











