Hari Minggu Adven II (U)
Bar. 5:1-9; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5.6; Flp. 1:4-6,8-11; Luk. 3:1-6
Apa jadinya bilamana jalan yang menjadi sarana penghubung aktivitas manusia terputus karena banjir atau tanah longsor? Keadaan demikian tentu akan memberikan dampak pada terganggunya aktivitas manusia untuk berhubungan satu sama lain.
Masa Adven adalah masa untuk menyiapkan jalan. Jalan yang dimaksudkan bukanlah jalan dalam pengertian fisik. Tetapi jalan yang dapat menghubungkan kita dengan Tuhan. Masa Adven berfokus pada kedatangan Mesias, dan juga menjadi masa pertobatan. Bacaan pertama dalam Kitab Barukh menyerukan bangkitlah, hai Yerusalem. Seruan ini adalah suatu ajakan untuk menyambut kemuliaan Allah yang akan datang.
Injil hari ini mengisahkan Yohanes Pembaptis sebagai salah seorang tokoh yang mempersiapkan jalan bagi datangnya Sang Juruselamat. Dia disebut sebagai nabi yang merintis dan membuka jalan bagi datangnya Mesias. Yohanes berseru-seru di padang gurun dan menyerukan seruan kepada setiap bangsa untuk mempersiapkan jalan. Yohanes mengajak manusia untuk berani mempersiapkan dan meluruskan jalan untuk Tuhan. Setiap gunung dan bukit menjadi rata dan yang berliku-liku akan diluruskan serta yang berlekuk-lekuk akan diratakan.
Mempersiapkan jalan untuk Tuhan dilakukan dengan jalan pertobatan. Jalan pertobatan ini menjadi jalan yang menuntun kita pada Allah, yakni dengan mengarahkan pandangan kita kepada hal-hal surgawi dan kemudian meninggalkan kecenderungan untuk berbuat dosa.
Masa Adven juga menjadi kesempatan untuk menjawab panggilan Allah untuk menyiapkan jalan dan kembali pada kehendak Allah. Adven adalah masa untuk mengikis dan merobohkan gunung dan bukit kesombongan kita serta menimbun lembah-lembah kekecewaan kita. Sehingga kedatangan Sang Juruselamat dirayakan dengan penuh sukacita iman.
Mempersiapkan jalan pertobatan dimulai dengan mempersiapkan jalan di dalam hati kita sendiri. Bila dalam hati kita masih terdapat kesombongan, kebencian, dendam, amarah, atau iri hati, maka kita perlu mengikis semua itu supaya nantinya kita layak menyambut Kristus dengan hati yang tulus dan suci.
Persiapan jalan lahiriah melalui pakaian, pesta dan lain sebagainya bukanlah yang utama. Tetapi persiapan jalan batiniah dengan pertobatan adalah yang paling penting. Dengan demikian jalan pertobatan akan terjadi ketika kita menghadirkan Tuhan dalam hati kita, di dalam keluarga kita atau di tengah masyarakat melalui perbuatan amal kasih. Mari kita nyatakan jalan pertobatan itu dengan tindakan yang nyata yakni dengan membangun jalan persaudaraan yang sejati dengan sesama kita.
(Fr. Jufry Dotulong)
“Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Luk. 3:4b).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bimbinglah aku menuju jalan pertobatan sejati. Amin.











