“Allah Sungguh Bertindak” : Renungan, Rabu 19 Desember 2018

0
1977

Hari Biasa Khusus Adven (U)

Hak. 13:207, 24-25a; Mzm. 71:3-4a, 5-6ab, 16-17; Luk. 1:5-25.

Satu hal yang paling diharapkan bagi semua orang beriman ketika mengalami pergolakan hidup adalah menantikan kuasa Allah yang dahsyat. Hal ini berarti bahwa Allah menjadi pengharapan utama dan terakhir dalam perjalanan hidup setiap manusia, baik ketika mengalami perasaan suka maupun perasaan duka. Tapi pertanyaannya bagi kita, apakah Allah sungguh-sungguh bertindak dalam hidup kita?

Kitab Hakim-Hakim dan Injil Lukas mengisahkan tentang karya Allah yang sungguh nyata dalam hidup manusia. Kita dapat memahaminya dalam kisah seorang anak laki-laki yang bernama Simson yang lahir dari seorang perempuan mandul, istri dari Manoah yang merupakan keturunan Dan.

Bagi manusia peristiwa ini merupakan suatu kemustahilan. Demikianlah perasaan Manoah yang terkejut ketika mendengar perkataan dari isterinya bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki, seturut perkataan Malaikat Tuhan. Dari dialah akan dimulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.

Kisah yang sama juga dialami oleh sepasang suami-isteri yang sudah lanjut usia, Zakharia dan Elisabet. Malaikat Tuhan menampakkan dirinya kepada Zakharia. Malaikat Tuhan berkata kepada Zakharia bahwa isterinya, Elizabet akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan haruslah dinamakan Yohanes. Sebab anak yang dilahirkan itu akan menjadi besar di hadapan Tuhan. Bahkan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia. Namun, Zakharia oleh karena ketidakpercayaannya, menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari semua yang dikatakan oleh Malaikat Tuhan itu terjadi.

Kedua kisah ini menunjukkan kepada kita bahwa sungguh besarlah kuasa Allah dalam hidup kita manusia. Sehingga ketika kita bertanya apakah tindakan Allah sungguh nyata dalam hidup setiap manusia, maka jawabanya adalah ya. Allah berkuasa bagi hidup manusia. Allah tidak akan mengingkari dan meninggalkan manusia, ketika kita bersabar untuk memohon kepada-Nya di dalam situasi apapun.

Oleh karena itu, jikalau Allah sungguh bertindak dalam hidup kita, maka kita pun harus membalas tindakan Allah itu dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang bernilai di mata Tuhan dan sesama. Supaya selama masa adven ini kita dapat mempersiapkan diri untuk menyaksikan kuasa Allah yang luar biasa dari kelahiran Mesias, Sang Juruselamat.

(Fr. Chrisanctus Sadrak)

“Inilah suatu perbuatan Tuhan bagi-ku, dan sekarang ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang” (Luk. 1:25).

Marilah berdoa:

Ya Allah tindakan-Mu sungguh nyata dalam hidupku. Aku mohon kepada-Mu, buatlah aku dapat membantu orang lain dengan sepenuh hati. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini