“Allah Membutuhkan Kita”: Renungan, Kamis 20 Desember 2018

0
2851

Hari Biasa Khusus Adven (U)

Yes. 7: 10-14; Mzm 24: 1-2, 3-4b, 5-6; Luk. 1:26-29

Manusia merupakan mahkluk sosial. Tidak heran jika manusia hidup bersama dengan orang lain. Terkadang hidup dengan orang lain sangatlah membahagiakan diri. Tetapi bisa juga sebaliknya. Kita merasa terganggu atau terusik dengan keberadaan orang lain. Apalagi jika orang lain itu merupakan orang yang pernah berbuat salah kepada kita. Hal tersebut dapat digambarkan seperti padi yang tumbuh bersama dengan hama di sekitarnya. Tetapi meskipun demikian, kita tetap membutuhkan orang lain.

Dalam hidup bersama dengan orang lain, Allah selalu hadir. Berhubungan dengan itu, apakah Allah membutuhkan kita, sama dengan kita membutuhkan orang lain?

Pertama, kita tahu bahwa Allah mencintai manusia. Karena cinta-Nya yang begitu besar kepada manusia sehingga Dia mau menjadi manusia. Allah rela menjadi manusia untuk membagikan cinta-Nya kepada kita. Allah yang hadir secara nyata sebagai manusia membuat kita lebih merasakan cinta-Nya.

Kedua, Allah membutuhkan manusia. Allah sangat membutuhkan kita agar cinta-Nya dapat dirasakan oleh semua ciptaan. Oleh karena itu, Allah memilih salah satu dari begitu banyak orang untuk membantu-Nya dalam karya keselamatan. Dialah Maria, bunda Yesus Kristus. Allah membutuhkan Maria, agar Dia bisa hadir secara nyata di tengah-tengah kehidupan manusia.

Maria sebagai pribadi yang lemah memberi diri kepada Allah sehingga karya keselamatan Allah dapat terwujud. Sadar akan kelemahannya sebagai manusia maka Maria menyerahkan semua yang dialami kepada Allah. Hal itu sangat jelas terlihat dalam perkataanya: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Dengan demikian, Maria menjadi pribadi yang memberikan semua yang ada dalam dirinya kepada Allah.

Maria menjadi tokoh yang luar biasa dalam karya keselamatan Allah. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa adanya Maria membuat karya keselamatan Allah dapat berlangsung. Alasannya karena adanya Maria berarti Yesus Kristus dapat lahir di dunia. Hal itu membuat manusia akan terus merasakan kasih Allah.

Allah selalu membutuhkan manusia untuk membantu-Nya dalam karya keselamatan-Nya. Hal tersebut sama seperti kita yang tetap membutuhkan orang lain dalam perjalanan hidup. Apakah dalam perjalanan hidup kita selalu membuka diri seperti Maria untuk menjadi orang yang dibutuhkan Allah?

(Fr. Jefry Lumentut)

“Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (Luk. 1:28).

Marilah Berdoa:

Ya Allah, semoga aku dapat menjadi pribadi yang selalu memberi diri untuk menanggapi kebutuhan-Mu. Amin.

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini