“Jaminan Kehidupan Kekal”: Renungan, Jumat 02 November 2018

0
3320

PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN

2Mak. 12:43-46; Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8; 1Kor. 15:12-34; Yoh. 6:37-40.

Hari ini, Gereja Universal mengenangkan arwah semua orang beriman. Sebagai Tubuh Mistik Kristus, Gereja mengajak seluruh anggotanya berdoa bagi arwah umat beriman. Sebagai satu kesatuan, Gereja tidak hanya berdoa bagi mereka yang masih hidup, tetapi bagi mereka yang telah meninggal dunia.

Yudas Makabe adalah seorang yang memiliki budi luhur dan percaya kepada Allah. Tindakannya mengajarkan kita agar kita tetap mendoakan saudara-saudari kita yang telah meninggal. Ia percaya bahwa doa-doa yang kita sampaikan akan membantu mereka yang telah meninngal. Kurban merupakan salah satu cara untuk mendoakan mereka yang telah meninggal.

Percumalah kita berdoa bagi yang telah mati, tanpa iman akan kebangkitan. Seperti Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati, demikian pula kita akan dibangkitkan seperti Dia. Kita percaya bahwa saudara-saudara kita yang telah meninggal akan dibangkitkan. “Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali karena satu orang manusia”(1Kor. 15:21).

Jaminan kehidupan kekal bagi setiap orang, telah terlaksana dalam pribadi Yesus Kristus yang rela menderita, wafat dan dibangkitkan. Misteri Paskah Kristus merupakan jaminan kebangkitan orang yang telah mati.

“Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tatapi Ku-bangkitkan pada akhir zaman” (Yoh. 6:39). Keselamatan yang dijanjikan Allah, yang dilaksanakan oleh Kristus tidak hanya berlaku bagi orang hidup, tetapi juga berlaku bagi yang telah mati. Supaya jangan ada umat-Nya yang hilang, agar semua dapat dibangkitkan pada akhir zaman.

Sudah menjadi tanggung-jawab kita untuk saling menolong satu sama lain. Kita mesti berdoa bagi orang yang telah meninggal. Tapi perlu disadari bahwa berdoa bagi keselamatan diri kita juga adalah satu hal penting. Pastinya kita akan mati.

Maka hal yang perlu adalah menyerahkan diri kepada Tuhan dan percaya pada penyelenggaraanNya. “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu setiap orang yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman” (Yoh. 6.40).

(Fr. Christian Pontoh)

“Musuh terakhir, yang dibinasakan ialah maut” (1Kor. 15:26).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, berilah kami kemampuan untuk saling mendoakan satu sama lain dalam semangat cinta kasih. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini