Hari Biasa (H)
Ayb. 38:1, 12-21; 39: 32-38;Mzm.139:1-3,7-8,9-10, 13-14ab; Luk. 10-13:16.
Kehidupan merupakan sebuah misteri, mengapa demikian? Karena ada begitu banyak pertanyaan mengenai perkara hidup, yang tidak dapat dijawab oleh akal budi manusia. Pertanyaan muncul ketika seseorang mengalami musibah dan tidak lagi memiliki jalan keluar. Pada saat yang hampir bersamaan, pertanyaan “apa arti dari kehidupan?” terlintas dalam pikiran.
Hari ini, Ayub berbicara mengenai kuasa Allah yang begitu besar dalam dirinya. Ketika Ayub dicobai oleh iblis, semua harta, kesehatan badan dan anak-anak diambil dari padanya. Di tengah-tengah permasalaah hidup, Ayub ternyata tidak jatuh, putus asa, ataupun berpaling dari Allah. Ayub justru menunjukkan sikap kesetiaannya kepada Allah. Ayub dengan rendah hati dan sadar menjawab pertanyaan Allah dengan mengatakan “Sesungguhyna, aku ini terlalu hina. Jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. Satu kali aku berbicara, tidak akan kuulangi; dua kali aku berkata, tidak akan kulanjutkan.”
Allah menciptakan alam semesta dan isinya karena kedaulatan-Nya serta mengatur sedemikian rupa menurut kebijaksanaan-Nya, yang membuat akal budi manusia tidak mampu untuk memahaminya. Misteri kehidupan memang jauh lebih besar dan luas daripada jangkauan akal budi manusia untuk memahami serta merumuskannya.
Hari ini bacaan Injil mengisahkan bagaimana Yesus menegur orang-orang Khorazim dan orang-orang Betsaida yang tidak bertobat, meskipun mereka telah menyaksikan mujizat-mujizat yang telah dibuat oleh Yesus. Kekecewaan Yesus ini timbul akibat kebekuan dan sikap hati mereka yang menolak keselamatan, yang ditawarkan oleh Allah kepada mereka. Yesus mengatakan, “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung”.
Setiap manusia pasti tidak terlepas dari berbagai cobaan, karena cobaan merupakan sebuah kondisi yang diberikan Tuhan kepada kita. Cobaan yang kita hadapi akan membuat kita belajar menjadi orang yang kuat dan bijak untuk mengerti apa arti kehidupan ini. Bacaan pertama dan bacaan Injil hari ini mau mengajak kita semua untuk pertama-tama percaya kepada Allah Sang pencipta. Kedua agar kepercayaan itu membuat kita mudah untuk menerima tawaran keselamatan yang ditawarkan oleh Allah di tengah-tengah kehidupan kita.
(Fr. Jacklin Mononimbar)
“Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal” (Ayb. 42.2)
Marilah berdoa:
Ya Allah, berilah kami hati yang bijak untuk mengerti rencana-Mu.











