“Berbuat Kasih”: Renungan, Senin 8 Oktober 2018

0
2692

Hari Biasa (H)

Gal. 1:6-12; Mzm. 111:1-2,7-8,9,10c; Luk. 10:25-37

Ketika melihat seorang pengemis di pinggir jalan, apa yang akan kita lakukan? Mungkin ada yang memberi uang atau makanan. Mungkin juga ada yang acuh. Atau mungkin juga ada yang mengejek. Kadang ada juga yang memukul karena dianggap mengganggu. Bukankah dia juga manusia sama seperti kita?

Perumpamaan dalam Injil hari ini mau menunjukkan kepada kita siapa sesama yang sebenarnya. Dikisahkan tentang seorang yang dipukul hingga tak berdaya. Seorang imam melihatnya tetapi ia tidak memiliki belaskasihan untuk menolong. Ia berpikir, menyentuh orang yang sekarat akan membuatnya najis dan tidak dapat melayani di Bait Allah. Baginya melayani altar Tuhan lebih penting daripada menolong orang menderita.

Demikian pula seorang Lewi, yang tidak mau berbuat apa-apa karena keegoisan terhadap diri sendiri. Ia mementingkan keselamatannya sendiri daripada melawat dan menaruh cinta kasih kepada orang yang menderita.

Berbeda dengan orang Samaria.  Ia tidak peduli dengan perbedaan sosial. Ia menaruh cinta kasih kepada sesama yang membutuhkan pertolongan. Meskipun di hadapan orang lain, ia dianggap sebagai orang kafir. Namun dari perbuatannya ia telah melaksanakan hukum cinta kasih Allah secara sempurna.

Allah selalu ada dan menyelamatkan. Allah tak pernah diam. Ia bukanlah yang berjalan dan mengabaikan penderitaan. Ia bukanlah yang hanya menyatakan simpati dan rasa kasihan tanpa tindakan nyata. Seperti halnya orang Samaria yang baik hati. Allah memandang manusia sama di hadapan-Nya. Tidak ada yang dibedakan-Nya. Semua manusia adalah ciptaan-Nya dan tidak ada yang bisa lepas dari kasih-Nya. Siapa yang bisa hidup tanpa kasih Allah?

Sebagai orang beriman kepada Yesus mari menyatakan komitmen untuk hadir dan siap membantu siapa pun yang malang, menderita, tanpa mengharapkan balasan. Yesus mengajarkan kepada kita bahwa jalan menuju keselamatan adalah menaati hukum Tuhan. Hukum Tuhan adalah cinta kasih. Jika kita mengasihi Tuhan maka kita juga akan mengasihi sesama. Ada tiga tipe orang yang telah ditujukan dengan tindakannya masing-masing. Mau pilih yang mana?

(Fr. Aldo Oping)

“Pergilah,  dan perbuatlah demikian!” (Luk.10:37).

Marilah berdoa:

Tuhan, ajarilah kami untuk selalu berbuat kasih. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini