Hari Biasa (H).
1 Kor. 12:12-14,27-31a; Mzm.100:2,3,4,5; Luk.7:11-17.
Bagi Tuhan Tak Ada yang Mustahil, Bagi Tuhan Tak Ada yang Tak Mungkin. Demikian lirik lagu rohani yang tak asing lagi kita dengar. Sesungguhnya, lagu ini memberikan isyarat bagi kita untuk selalu menaruh harapan kepada Tuhan.
Ketika kita dalam kesendirian, kesusahan ataupun penderitaan, kita diberikan penghiburan dan kekuatan dari Yesus yang adalah Sang Penguasa Kehidupan. Berkat kuasa-Nya, kita memperoleh keselamatan dalam hidup.
Sebagaimana pula Sabda Tuhan hari ini, Yesus memperlihatkan sosok-Nya sebagai penguasa kehidupan. Hal ini dibuktikan lewat kuasa-Nya membangkitkan orang mati. Dari mana asal kuasa-Nya? Kuasa-Nya berasal dari Allah yang memberikan nafas hidup bagi manusia.
Tak mengherankan bahwa segala perbuatan dan perkataan Yesus berasal dari Bapa-Nya. Yesus berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”. Seketika itu juga, ia pun bangkit dari kematiannya dan mulai berkata-berkata sambil berkumpul dengan ibunya.
Mujizat ini terjadi karena adanya gerakan belas kasihan yang mendorong Yesus. Kasih melandasi tindakan Yesus dalam tugas-Nya di dunia. Yesus adalah sang penguasa kehidupan, karena Ia dapat melakukan apa saja dalam hidup yang tak dapat dipikirkan oleh manusia. Bagi manusia itu mustahil, namum tidak mustahil bagi-Nya.
Kita tak usah takut atau frustasi karena masalah yang kita hadapi. Patutlah dan selayaknya kita selalu mencari harapan dan kekuatan pada kehendak Tuhan. Cucilah dan siramilah hati kita dengan membaca kebenaran firman Tuhan dan luangkan waktu kita untuk masuk dalam pelataran-Nya yang kudus. Niscaya, kuasa Allah akan kita alami dalam hidup.
Jika kita digerakkan oleh belas kasihan Tuhan, maka tak usah pikir yang muluk-muluk. Taatilah, hayatilah dan lakukanlah firman Tuhan! Percayalah bahwa mujizat Tuhan akan bekerja bersama dengan gerakan belas kasihan itu sehingga kita memperoleh hidup kekal di dunia dan akhirat nanti.
(Fr. Laurens Renwarin)
“Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai” (Mzm. 100:2).
Marilah berdoa:
Ya Allah, terima kasih atas mukjizat-Mu dalam hidupku. Amin.











