“Kasih Mengalahkan Segalanya”: Renungan, Kamis 13 September 2018

0
8387

Pw S. Yohanes Krisostomus (P)

1 Kor. 8:1b-7,11-13;Mzm. 139:1-3,13-14ab,23-24;Luk. 6:27-38.

Kasih pada dasarnya adalah sebuah pilihan. Jika kita bertindak melakukan, mengejar sesuatu, itu artinya kita sedang membuat sebuah pilihan. Sama halnya dengan kasih. Pribadi kitalah yang membuat pilihan mengasihi atau tidak. Kitalah yang memilih mencintai orang lain sama seperti Tuhan memilih mengasihi kita.

Bacaan-bacaan Kitab Suci yang kita dengarkan pada hari ini sebagian besar berbicara tentang kasih. Kasih yang ditegaskan melalui bacaan kitab suci adalah sebuah perintah. Dalam bacaan Injil Tuhan memerintahkan supaya kita saling mengasihi. Kasih yang memberi, kasih yang mengampuni, bahkan kasih yang mengasihi orang-orang yang membenci kita.

Pada hari ini kita memperingati peringatan wajib santo Krisostomus. Selama hidupnya St. Krisostomus sangat menaruh perhatian yang besar pada masalah kemerosotan keadilan dan penerapan ajaran Kitab Suci, yang mulai menyimpang pada masa itu. Dengan ini ia sebenarnya menunjukan belas kasih bagi banyak orang yang mulai terjerumus dengan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Pengetahuan yang dimiliki seseorang belum cukup karena dengan memiliki pengetahuan saja, orang bisa berbuat kejahatan. Seperti nasehat St. Paulus dalam bacaan pertama:  “Pengetahuan menjadikan orang sombong, tetapi kasih itu membangun”. St. Paulus memberi penekanan yang mendasar pada kasih. Kasih yang bersumber dari Allah sendiri. Kasih Allah yang dimaksudkan adalah kasih yang mengalahkan segala sesuatu. Kasih itu bahkan melampaui pengetahuan karena tidak ada yang lebih besar daripada kasih.

Melalui bacaan-bacaan Kitab Suci yang kita dengarkan pada hari ini kita diajak untuk berefleksi tentang suatu ajaran yang benar. Dalam bacaan Injil kasih dimengerti sebagai perintah Tuhan sendiri. Perintah Tuhan untuk saling mengasihi. Akan tetapi perintah itu tidak akan berdaya guna jika kita tidak memilih untuk mengasihi. Sehingga pada waktunya pilihan kitalah yang menentukan apa yang harus kita perbuat. Pilihan itu yang kemudian mengantar kita untuk berkomitmen mengasihi orang lain seperti Allah mengasihi kita.

Bercermin dari cara hidup yang diteladankan oleh St. Krisostomus, kita dapat melihat kembali cara kita menghidupi kebenaran yang sejati. Lebih dari itu, bacaan-bacaan Kitab Suci yang kita dengarkan pada hari ini semakin memperkuat iman kita akan Tuhan sebagai sumber kasih yang sejati. Pada saat yang sama kita pun mau berbagi kasih kepada orang lain seperti kasih yang diberikan Tuhan kepada kita. Karena kasih yang diterima dari Tuhan mesti dibagikan kepada sesama.

(Fr. Ferdy Poida)

“Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu” (Luk. 6:27b).

Marilah berdoa:

Tuhan, ajarlah kami untuk saling mengasihi. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini