“Sabda Kehidupan Kekal”: Renungan, Minggu 26 Agustus 2018

0
2881
Sabda Kehidupan Kemal

Hari Minggu Biasa XXI
Yos. 24:1-2a.15-17,18b; Mzm. 34:2-3,16-17,18-19,20-21,22-23; Ef. 5:21-32; Yoh. 6:60-69

Yosua memberikan pilihan kepada umat Israel yang dipimpinnya: “Jika kamu menganggap tidak baik beribadah kepada Tuhan, maka pilihlah pada hari ini kepada siapa kalian akan beribadah. Tetapi aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan”.

Yosua adalah pengganti Musa dan setelah Yosua tidak ada lagi pemimpin Israel sampai nanti datang Samuel. Jadi, Yosua ini adalah pemimpin yang sangat penting yang telah menghantar umat Israel dari Mesir melanjutkan tugas yang ditinggalkan oleh Musa.

Rupanya umat Israel merasa ragu-ragu dan tidak percaya kepada Yahwe dan mau beribadah kepada dewa-dewi asing. Umat Israel meragukan kehadiran Tuhan padahal mereka telah mengalami bagaimana Tuhan membimbing mereka keluar dari Mesir melintasi padang gurun menuju tanah terjanji. Namun, Yosua sebagai pemimpin berdiri tegak, kokoh dan kuat untuk menantang umat Israel yang mau beribadah kepada allah lain.

Dalam hidup kita juga sering terjadi rasa bimbang dan ragu tentang Allah yang membimbing kita. Pelbagai masalah dan penderitaan sering membuat orang merasa ditinggalkan Allah.

Karena ia merasa jauh dari Allah, maka ia mencari penghiburan kepada hal-hal lain. Imannya kepada Allah yang menyelenggarakan hidupnya digantikan dengan hal duniawi dan kepastian manusiawi.

Seperti pengalaman bangsa Israel, manusia bisa merasa berada di dalam persimpangan jalan dan kebingungan. Ia tidak kuat berpegang pada kekuatan iman akan Allah yang selama ini telah menuntunnya.

Pengalaman itu juga dialami oleh para murid di Galilea. Mereka merasakan bahwa kata-kata Yesus itu keras dan tidak bisa diterima. Mereka bersungut-sungut dan satu per satu pergi meninggalkan Yesus.

Mereka merasa terguncang imannya akibat kata-kata Yesus yang secara terus terang mengajarkan kebenaran. Namun kebenaran itu ditangkap oleh pengertian mereka sebagai kata-kata yang keras dan menggoncangkan iman.

Seperti Yosua dalam bacaan pertama tetap berpegang pada Yahwe, demikian Petrus berdiri kokoh dalama iman kepada Yesus. Ketika banyak murid di Galilea mengundurkan diri dan ketika Yesus sendiri menantang Petrus dan para rasul dengan kata-kata, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?, maka Petrus menjawab dengan penuh iman: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu bahwa Engkau Kristus, Putera Allah”.

(Pst. Albertus Sujoko, MSC)

“Jauhlah dari pada kami meninggalkan Tuhan untuk beribadah kepada allah lain” (Yos. 24:16)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, teguhkanlah iman kami seturut teladan para tokoh dalam Kitab Suci, bagaikan iman Yosua dan iman Petrus yang kokoh berpegang pada Sabda kebenaran-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini