“Bahagia dalam Kristus”: Renungan, Senin 06 Agustus 2018

0
2802

Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (P).

Dan. 7:910,13-14, Mzm. 97:1-2,5-6,9;  2Ptr. 1:16-19; Mrk. 9:2-10.

Kaum beriman memberi kesaksian bahwa mereka melihat Kristus hadir ketika mereka berjumpa dengan para pelayan tertahbis dalam berbagai kegiatan pelayanan. Pada hari ini, kita merayakan  Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya.  Pesta ini mengarahkan pandangan kita kepada Yesus yang dinyatakan oleh Bapa sebagai Putra-Nya yang terkasih. Bacaan-bacaan Kitab Suci yang kita dengarkan membantu kita untuk bertumbuh dalam iman kepada Yesus Putra Allah yang terkasih.

Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya mendorong kita untuk melihat pengalaman-pengalaman kita yang membahagiakan seperti yang dialami oleh Petrus, Yohanes, dan Yakobus, saat mereka menglami Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya sehingga mereka berbahagia. Saat orang merasa bahagia dalam hatinya muncul suatu cita-cita yang mulia seperti yang dialami oleh Petrus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia”.

Ada begitu banyak pengalaman yang membahagiakan, mempesona, yang kita alami dan rasakan dalam hidup kita, dalam tugas, karya dan perutusan kita masing-masing. Sangat disayangkan, ketika kita mengalami tantangan, persoalan, kesulitan dalam hidup, semua pengalaman kebahagiaan hilang tak berbekas. Semuanya bagaikan sesuatu yang tidak pernah terjadi.

Justru lewat Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya, ketika mengalami tantangan, pergumulan dalam hidup, semua pengalaman mempersona, membahagiakan dalam tugas dan karya-karya kita, kita perlu kenangkan, kita perlu gali, angkat dan mengingatkan seorang kepada yang lain. Mengapa? Karena dengan pengalaman-pengalaman itu, kita semakin dikuatkan dan diteguhkan iman percaya kita kepada Yesus yang menampakkan kemuliaan-Nya kepada kita.

Kenyataan yang terjadi, ketika kita mengalami persoalan, hambatan, masalah dan hambatan hidup, semangat, sukacita, kegembiraan menjadi layu, loyo, kurang bersemangat, sedangkan sukacita, kebahagiaan, mati ditelan derita dan tangis.

Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya mengajak kita untuk selalu siap-sedia mendengar Yesus, Putra yang dikasihi Bapa. Kita membiarkan Yesus berbicara di dalam kehidupan kita, kita mendengarkan setiap perkataan dan Sabda Yesus yang keluar dari mulut-Nya. Mengapa? Karena, setiap  Sabda Yesus, memberikan kekuatan kepada kita dan  menghadirkan kemuliaan Tuhan di dunia ini. Pandang dan dengarkanlah Dia, maka kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam kehidupan kita.

(Fr. Dkn Rikon Patiama, Pr)

”Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia” (Mrk 9:7b).

 Marilah berdoa:

Ya Bapa, anugerahkanlah kepada kami hati yang tulus untuk mendengarkan sabda Putera-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini