“Kerja Keras”: Renungan, Rabu 01 Agustus 2018

0
3264

Pw S. Alfonsus Maria de Liguori, UskPujG (P)

Yer. 15:10,16-21; Mzm. 59:2-3,4-5a,10-11,17-18; Mat. 13:44-46

Hari ini Gereja memperingati St. Alfonsus Maria de Liguori. Dia adalah seorang suci yang dimasa tuanya berjuang karena sakit yang dialaminya. Semasa hidup, dia banyak melakukan hal-hal yang luar biasa. St. Alfonsus Maria de Ligouri merupakan pendiri Kongregasi Redemptoris (Sang Penebus). Perjuangannya itu menjadi teladan untuk banyak orang sampai saat ini.

Dalam hidup kita selalu berusaha mencapai sesuatu.  Dengan kata lain, ada tujuan yang hendak dicapai.  Ketika pencapaian itu berhasil maka dalam diri muncul perasaan puas, gembira bahkan lebih dari itu yakni perasaan bahagia. Usaha yang dilakukan sesungguhnya menggambarkan adanya proses yang terjadi. Proses tersebut menentukan hasil yang dicapai.

Dalam bacaan pertama digambarkan tentang pergumulan nabi Yeremia. Yeremia bergumul tentang penderitaan yang dialaminya. Yeremia berusaha mencari “solusi” tentang “masalah” yang dialaminya. Meskipun ia bergumul dengan penderitaannya itu, Tuhan menghadirkan diri dan membuka kesempatan baginya untuk menjadi pelayan serta penyambung lidah-Nya. Dalam proses mencari “solusi” atas masalahnya itu, Tuhan tetap menyertai Yeremia sehingga tujuannya bisa tercapai.

Hal yang sama digambarkan dalam Injil. Injil hari mengisahkan dua orang yang berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang sangat berharga. Yang menarik dalam Injil adalah usaha dua orang tersebut. Mereka melepaskan hal-hal yang dimiliki untuk sesuatu yang berharga itu. Pada zaman Yesus, sesuatu yang berharga sangat rentan untuk diambil orang sehingga Yesus menghimbau agar harta itu dipendamkan/disembunyikan. Hal ini harus dilakukan agar yang berharga tetap dimiliki.

Sebuah perjuangan yang dilakukan untuk bisa mempertahankan apa yang telah didapatnya. Tidak menginginkan orang lain merebutnya. Itu semua dilakukan karena merasa sangat berharganya sesuatu yang didapatnya. Bukan pertama-tama sebuah keberuntungan, melainkan hasil usaha dan kerja keras. Bahkan rela kehilangan banyak hal demi mendapatkan satu hal yang berharga.

Sesungguhnya orang yang menemukan harta dan seorang pedagang yang mencari mutiara adalah gambaran dari umat Allah. Umat Allah yang terus berusaha menemukan hal yang berharga yakni Yesus Kristus sendiri. Maka perlu juga ada usaha dan kerja keras dari manusia untuk mendapatkan-Nya. Keselamatan dalam Yesus Kristus bukan sesuatu yang instan, tetapi suatu harta berharga yang dicapai dengan kerja keras. Masihkan kita bermalas-malasan dan tidak mau berjuang untuk keselamatan jiwa kita? Yesus Kristus telah menjanjikan itu semua, tetapi bagaimana kita menanggapinya?

(Fr. Jefry Lumentut)

“Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu” (Mat. 13:44)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah aku selalu dalam perjuangan hidup ini. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini