“Jangan Takut”: Renungan, Sabtu 14 Juli 2018

0
6216

Hari Biasa (H)

Yes. 6:1-8; Mzm. 93:1 ab,1c-2,5; Mat. 10:24-33

Ketakutan merupakan suatu perasaan manusiawi yang sering kali dialami oleh setiap orang. Sering kali kita merasa takut akan hidup kita dan terkadang kita juga takut akan iman kita. Hal ini membuat kita merasa tidak bebas. Apa lagi beberapa bulan yang lalu kita dikejutkan dengan peristiwa pengeboman yang di terjadi di tiga gereja yang berada di Surabaya.

Dengan peristiwa ini kita merasa tidak nyaman lagi  dan terus merasa ketakutan. Namun sebagai orang Kristen yang percaya akan penyertaan Tuhan, dengan penuh harapan dan keberanian kita mau terus menerus mewartakan Kristus sebagai Juru Selamat dunia.

Pada hari ini kita dikuatkan oleh bacaan-bacaan yang terdapat dalam Kitab Suci terlebih khusus dalam bacaan Injil. Tuhan Yesus mau memperteguh keyakinan kita untuk tidak takut mewartakan dan memberikan kesaksian tentang diri-Nya.

Memang  Tuhan Yesus sudah mengetahui ada begitu banyak tantangan yang akan dihadapi dan dialami oleh para murid-Nya  dan juga bagi kita semua yang adalah saksi-saksi iman. Namun Ia memberikan kepada kita kekuatan dan keteguhan iman bahwa kita tidak berjalan sendirian.

Ia selalu menyertai kita dengan Roh kudus yang telah dicurahkan-Nya kepada kita. Roh yang menguatkan dan memberikan keberanian kepada kita untuk terus menerus memberikan kesaksian tentang Yesus yang rela mati untuk menebus dosa kita dan telah bangkit dari alam maut.

Dalam bacaan injil Yesus meneguhkan kita bahwa Bapa-Nya di surga pasti selalu memperhatikan dan menyertai hidup kita lebih dari ciptaan lain.  Karena kita sangat berharga di hadapan Bapa.

Dengan demikian Allah Bapa di surga akan memberikan kemudahan dalam hidup, jika kita benar-benar setia untuk menjadi saksi-Nya dalam mewartakan kabar sukacita tenang keselamatan yang berasal dari-Nya.

Oleh karena itu, marilah kita dengan penuh semangat dan keberanian selalu siap sedia untuk mewartakan kebaikan-kebaikan Tuhan.  Janganlah kita merasa takut dan cemas untuk menjadi murid-murid Yesus, sebab Ia lebih kuat dari  apapun dan takhta-Nya tetap tegak sejak dahulu kala sebagaimana yang dikatakan oleh pemazmur.

Marilah kita juga siap menjadi saksi Kristus. Taruhlah kepercayaan penuh kepada Tuhan. Dia selalu menyertai kita jika kita benar-benar hidup sebagai murid-murid-Nya. Dia senantiasa membimbing hidup kita bila kita terus memberi kesaksian tentang karya keselamatan Allah dengan penuh keberanian. Seperti nabi Yesaya, katakanlah : “Ini aku, utuslah aku!”

(Fr. Damianus Daga)

“Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui” (Mat. 10:26).

Ya Tuhan, kuatkanlah aku dengan Roh Kudus-Mu agar dapat menjadi saksi-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini