Hari Biasa (H).
Hos. 11:1,3-4,8c-9; Mzm. 80:2ac,3b,15-16; Mat. 10:7-15.
Menjadi orang Kristen adalah istimewa tapi banyak konsekuensinya. Istimewa karena Kristus menjadikan kita sebagai rekan-Nya dalam mengerjakan tugas-Nya, namun tentunya menjadi rekan Kristus ada macam-macam tantangannya.
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memerintahkan para murid untuk memberitakan warta Kerajaan Surga. Dalam tugas perutusan ini, para murid dilarang membawa emas, perak, dan tembaga. Bahkan, Yesus melarang mereka membawa bekal dan dua helai baju.
Tetapi, Yesus tentunya tidak bermaksud untuk mempersulit murid-murid-Nya, melainkan Yesus ingin agar para murid tidak terusik dengan apa yang mereka bawa dan tetap fokus dalam tugas perutusan. Yesus mengharapkan agar para murid tidak khawatir dengan keterbatasan dalam perutusan mereka.
Dalam perutusan itu, para murid ditugaskan pula untuk membangkitkan dan menyembuhkan orang serta mengusir setan. Sebelum diutus, Yesus memberikan kuasa-Nya bagi murid-murid-Nya. Itulah bekal yang diberikan Yesus bagi para murid.
Jika dimaknai secara lebih mendalam, para murid membawa pribadi Kristus dalam tugas perutusan mereka. Oleh karena itu, para murid tak perlu khawatir karena Yesus sendiri yang menyertai mereka.
Kita pasti pernah mendengar ungkapan ini: “Tidak ada yang gratis di dunia ini”. Ini menunjukkan bahwa uang sangatlah dibutuhkan. Banyak orang mengartikan uang secara negatif. Padahal uang adalah salah satu kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup.
Namun yang jadi masalahnya ialah orang-orang terlalu mengagung-agungkan uang. Bahkan orang berusaha sedapat mungkin mendapatkan uang walaupun dengan cara yang tidak halal. Uang menjadi tantangan bagi semua orang, tak terkecuali orang Kristen.
Berkaca dari bacaan Injil hari ini, kita diajarkan untuk tidak boleh terpaku pada benda-benda material seperti uang atau kekayaan. Sebagai pewarta, kita tak perlu khawatir akan keadaan kita, akan apa yang terjadi pada kita. Sadarilah bahwa Kristus menjadi bekal bagi kita.
Maka, menjadi pewarta juga berarti kita membawa Kristus yang ada dalam diri kita kepada orang lain. Jangalah cemas, janganlah takut! Di dalam Tuhan, berlimpah rahmat.
(Fr. Itho Silap)
“Pergilah dan wartakanlah Kerajaan Surga sudah dekat” (Mat. 10:7).
Ya Allah, tuntunlah kami dalam hidup ini agar senantiasa mengutamakan Engkau selalu. Amin.











