“Diperlengkapi”: Renungan, Minggu 15 Juli 2018

0
2759

HM Biasa XV – B

Am. 7:12-15; Mzm. 85:9ab,10,11-12,13-14; Ef. 1:3-14 (Ef. 1:3-10); Mrk. 6:7-13.

Yesus memperlengkapi para utusan-Nya dengan pengajaran dan kebijaksanaan, kekuatan dan kuasa.

Apa yang paling menakutkan orang yang diutus untuk mewartakan pertobatan, mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit? Ketidaktahuan dan ketidakmampuan. Kalau orang tidak tahu apa yang mesti diajarkan, bagaimana ia berani untuk diutus mengajar? Kalau orang tidak punya kuasa untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, siapa yang berani pergi berhadapan dengan orang sakit dan setan-setan?

Banyak kali kita takut bila hendak diutus Tuhan. Atau kita merasa tidak mampu. Akibatnya, kita juga menjadi tidak mau. Tidak mau mengemban tanggung jawab di umat sebagai pimpinan sering kita dengar. Takut menanggapi panggilan Ibu Pertiwi dengan menjadi penanggung jawab di kampung atau di tempat kerja sering pula diungkapkan.

Menjadi utusan Yesus memang tidak gampang. Ada tantangan dan kesulitan. Malahan, ada penolakan dari orang-orang yang mendengar atau melihat pewartaan kita.

Yesus sendiri berterus terang mengenai tantangan dan kesulitan yang bakal dihadapi para utusan-Nya: ditolak, tidak didengarkan, dan berhadapan dengan orang sakit dan roh-roh jahat.

Namun Yesus sendiri tidak mengutus para murid-Nya begitu saja. Yesus berkeliling dari desa ke desa sambil mengajar. Dengan ini Yesus membekali pula para murid dengan pengajaran-Nya. Yesus pernah ditolak di Nazaret. Dengan ini Yesus menunjukkan kepada mereka pengalaman yang mungkin mereka alami dan bagaimana sikap berhadapan dengan penolakan sedemikian. Yesus juga memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat.

Tak heran para murid pergi untuk menjadi utusan Yesus meskipun tahu bahwa ada banyak tantangan dan kesulitan yang menanti. Tak heran pula mereka berhasil: orang-orang sakit disembuhkan dan setan-setan diusir.

Karena Yesus memperlengkapi para utusan-Nya dengan pengajaran dan kebijaksanaan, kekuatan dan kuasa.

Yesus juga memperlengkapi kita semua, para utusan-Nya, dengan pengajaran dan kebijaksanaan, dengan kekuatan dan kuasa. Kalau begitu, jangan pernah ragu dan takut apalagi menolak perutusan yang dipercayakan kepada kita.

Ingat, Yesus memperlengkapi kita para utusan-Nya dengan pengajaran dan kebijaksanaan, kekuatan dan kuasa.

(Pst. Ventje Felix Runtulalo, Pr)

“Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka” (Mrk. 6 :12-13).

Ya Tuhan, ajarilah aku dan berikanlah aku kuasa-Mu, agar aku berani dan rela untuk menjadi utusan-Mu di tempat di mana aku berada. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini