“Tercipta Untuk Memberi”: Renungan, Minggu 17 Juni 2018

0
2279

Hari Minggu Biasa XI

Yeh. 17:22-24; Mzm. 92:2-3,13,14,15-16; 2Kor. 5:6-10; Mrk. 4:26-34

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, di sekitar kita terdapat banyak tumbuhan dengan berbagai jenis manfaatnya. Tumbuhan itu ditanam oleh manusia dengan harapan bisa memberikan hasil yang banyak. Namun, tidak ada satu pun manusia yang mampu mengetahui secara pasti pertambahan tinggi, daun, dan pada akhirnya berbunga dan berbuah.

Kita hanya bisa mengatakan bahwa hal itu terjadi secara alamiah. Meskipun tumbuhan itu ditanam oleh manusia, namun ia sendiri tidak mampu memberikan kehidupan terhadap tumbuhan itu. Seorang petani hanya bisa menjelaskan proses pertumbuhan gandum, tetapi ia tidak dapat menerangkan tuntas segala sesuatu tentang pertumbuhan gandum itu.

Bacaan Injil hari ini menggunakan dua perumpamaan sekaligus yakni perumpamaan tentang benih yang tumbuh dan perumpamaan tentang biji sesawi. Kedua perumpamaan ini mau menggambarkan Allah yang mampu melihat atau mengontrol pertumbuhan benih. Pertumbuhan yang terjadi pada tumbuhan diberikan oleh Allah. Pertumbuhan yang berada di bawah pengawasan Allah pasti akan memberikan hasil yang memuaskan dan juga memberikan manfaat yang besar.

Bacaan Injil ini mau menunjukkan kepada kita bahwa Allah memiliki kuasa yang besar atas pertumbuhan. Allah memiliki hak mutlak untuk memberikan kehidupan kepada ciptaan-Nya. Dalam bacaan pertama, dengan jelas dikatakan bahwa Tuhanlah yang menanam dan menghidupkan.

Biji sesawi dikenal sebagai biji yang sangat kecil, namun bisa tumbuh menjadi sebuah pohon besar dan memberikan banyak manfaat bagi yang lain. Terkadang dalam kehidupan kita, ada kecenderungan diri kita untuk merasa yang paling kecil, tidak mampu melakukan yang besar, merasa hina bila berhadapan dengan orang kaya.

Segala sesuatu akan mampu kita lakukan bila kita hidup dalam pemeliharaan Tuhan. Tuhan akan menambahkan apa yang kita butuhkan. Dialah yang paling mengetahui keberadaan diri kita daripada kita sendiri. Hidup dalam pemeliharaan Allah akan menjadikan kita orang-orang benar yang tentunya menghasilkan kebenaran dan memberikan kesuburan bagi yang lain (Bdk. Mzm. 92:13).

Oleh sebab itu, bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk janga ragu dengan kehidupan kita, sebab Allah senantiasa memelihara dan menjadikan kita sebagai orang-orang benar yang menghasilkan kebaikan bagi orang lain.

(Fr. Eky Lalio)

 

“Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu terus mulai menyabit, sebab musim menuai sudah tiba” (Mrk. 4:2).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, berkatilah hidupku supaya dapat menghasilkan buah yang baik. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini