Hari Biasa (H)
1Raj. 18:41-46; Mzm. 65: 10abcd, 10e-11,12-13; Mat. 5:20-26
Berdamai dan mengoreksi diri sangat baik. Sering manusia merasa bahwa jalan hidupnya tidak lagi berkenan disebabkan karakter yang menimbulkan konflik. Bahkan ketika manusia merasa bahwa dengan karakter tersebut akan berdampak pada kehancuran diri bersama dengan orang lain, maka manusia itu harus kembali menyadari dan mengoreksi diri.
Dalam konteks ini, manusia harus melunasi dan membereskan semua hutang hidup dalam mengoreksi diri dan memohon damai kepada yang lain, supaya ia selamat dan memperoleh ketenangan hidup.
Bacaan-bacaan hari ini menggambarkan bagaimana cara untuk dapat menggapai Kerajaan Allah. Dalam Kitab Raja-Raja, sosok dari raja Ahab menunjuk pada orang yang tidak setia dan berkenan di hadapan Allah. Hal itu ditampilkan Ahab melalui sikap penghormatan dan penyembahan kepada dewa Baal.
Melalui nabi Eli, Allah melenyapkan semuanya itu di hadapan Ahab dan semua orang Israel. Allah tidak rela membiarkan situasi seperti itu terjadi. Jika situasi tersebut dibiarkan, maka hubungan Allah dengan Umat-Nya Israel akan hancur.
Dalam konteks demikian, Allah menghendaki supaya Ahab dan umat Israel dapat mengoreksi diri dan membangun kedamaian dengan-Nya. Dari pihak Allah sendiri, Ia memaafkan bangsa-Nya dan menghendaki supaya Ahab dan orang Israel tetap membangun relasi yang baik dengan-Nya.
Demikian pun yang kita dengarkan dalam bacaan Injil hari ini, yakni orang harus benar-benar mempersiapkan diri dan melunasi semua hutang hidupnya dengan baik sebelum melihat Kerajaan Allah. Jika sikap hidup seperti ini tidak diubah, maka orang tidak akan diizinkan untuk mengambil bagian dari Kerajaan Allah. Dan untuk itu akan diserahkan ke tempat yang berbeda, yakni neraka.
Allah itu adalah Bapa kita semua. Ia senantiasa mengampuni, melindungi, membangun relasi dan keharmonisan dengan kita. Jika kita tidak menanggapi apa yang dilakukan Allah terhadap kita, maka dengan sendirinya kita tidak berpihak pada Allah. Akan tetapi jika kita menanggapi sikap Allah itu dengan baik, maka dengan sendirinya kita telah menerima Allah berkarya dalam hidup kita.
Maka supaya dapat mengambil bagian dalam Kerajaan Allah, kita harus membereskan dan melunasi semua hutang hidup kita baik menyangkut sikap dalam diri maupun dengan orang lain. Hal demikian menjadi syarat bagi kita orang beriman untuk dapat mengambil bagian dalam Kerajaan-Nya.
(Fr. Mario Omyair)
“Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas” (Mat 5:26).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bantulah aku untuk melunasi semua hutangku dalam hidup ini. Amin.











