“PHP Itu Dosa”: Renungan, Sabtu 16 Juni 2018

0
6036

Hari Biasa (H)

1Raj. 19:19-21; Mzm. 16:1-2a, 5,7-8,9-10; Mat. 5:33-37

Saudara terkasih, seringkali kita berkomitmen untuk mengikuti dan taat terhadap sesuatu. Namun, komitmen itu seringkali diingkari demi hal lain. Tidak berkomitmen berarti memberikan kepercayaan palsu bagi Allah dan sesama. Memberikan kepalsuan adalah dosa. Dosa adalah jelmaan si jahat yang selalu merasuki hati manusia agar tidak taat kepada Allah.

Hari ini kita belajar untuk menjadi setia dalam komitmen terutama demi Allah sendiri. Dalam bacaan pertama, kita melihat sikap kesetiaan Elisa dalam komitmennya untuk menjadi pelayan Tuhan.

Elisa rela meninggalkan semuanya demi menjadi pelayan Tuhan bagi dunia. Dunia perlu tahu bahwa Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya bagi keselamatan umat manusia. Elisa tidak mengingkari dan memberikan janji palsu kepada Elia untuk mengikuti Allah. Ia dengan sepenuh hati mengatakan Ya demi pelayanan kepada Allah. Elisa adalah contoh yang baik dalam sistem berperilaku manusia yang menanggapi panggilan Allah secara total.

Kepastian akan komitmen pun diajarkan oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Yesus memberikan penegasan yang serius terhadap hal pemberian kepastian yang jujur dan murni dari hati tanpa kepalsuan semata, “Jika Ya katakan Ya dan jika Tidak katakan Tidak. Apa yang lebih daripada itu adalah berasal dari si jahat.”

Kita manusia yang berdosa selalu memberikan jawaban yang bertentangan dengan apa yang benar terjadi. Manusia seringkali seperti “hiasan bunga plastik” yang kelihatan indah tetapi palsu. Oleh sebab itu, Yesus dan Elisa mengingatkan kita bahwa janganlah menjadi “Pemberi Harapan Palsu” melainkan jadilah seperti mereka yang secara total dan jujur memberikan komitmen demi keselamatan manusia dan kemuliaan Allah.

Kita semua sebagai anak Allah perlu membina hati untuk jujur secara penuh dan berani berkomitmen pada diri sendiri demi kemuliaan Kerajaan Allah. Katakanlah Ya atau Tidak, maka kita akan menemukan proses kehidupan yang baik dan teratur. Janganlah berbelit-belit, karena si setan secara gampang akan merasuki mereka yang lemah dan sukar hatinya.

(Fr. Innocent Larat)

“Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan : tidak”  (Mat. 5:37).

Marilah berdoa:

Ya Allah, ajarkan aku untuk selalu berkata jujur. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini