“Berzinah”: Renungan, Jumat 15 Juni 2018

0
4512

Hari Biasa (H)

1 Raj. 19:9a, 11-16; Mzm. 27:7-8a,8b-9abc,13-14; Mat. 5:27-32

Masalah berzinah sudah ada dan menjadi masalah sosial yang sama tuanya dengan sejarah peradaban manusia. Berzinah secara umum dimengerti sebagai pelanggaran norma pernikahan, dimana seseorang melakukan hubungan seksual dengan orang lain yang tidak terikat dalam satu pernikahan yang sah.

Dalam wilayah spiritual, segala sesuatu dinilai dengan menggunakan hati, bukan menggunakan pikiran saja. Hati adalah alat penilai yang jujur dan akurat, ia tidak pernah berbohong akan segala sesuatu yang dinilainya. Ia akan mengatakan apa adanya, bila salah akan diakuinya sebagai yang salah dan bila benar akan diakuinya sebagai yang benar.

Bacaan Injil hari ini menceritakan bahwa Yesus memberikan suatu pengajaran tentang perilaku seksual. Dengan pengajaran ini, Yesus menegaskan bahwa berzinah bukan hanya merupakan tindakan yang nampak saja, tetapi juga dapat dikatakan berzinah bila ia memandang orang dan menjadi bergairah untuk berhubungan seksual.

Yesus mengatakan bahwa, “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Mat. 5:28). Yang disalahkan oleh Yesus bukanlah pikiran mendadak, yang mungkin dibisikkan oleh Iblis ke dalam pikiran seseorang.  Bukan juga keinginan yang tidak senonoh, yang muncul dengan tiba-tiba. Yang dimaksudkan-Nya adalah pikiran atau keinginan tidak senonoh yang disetujui oleh kehendak seseorang, yaitu keinginan amoral yang akan dilaksanakan jikalau ada kesempatan. Keinginan dalam hati akan kenikmatan seksual yang haram akan mengakibatkan dosa.

Oleh sebab itu, hendaknya kita selalu menjaga mata, hati dan pikiran, agar tidak memikirkan hal-hal yang menjatuhkan kita dalam perbuatan zinah, entah itu secara nampak atau tak nampak. Kita diajak untuk selalu mendengarkan dan melakukan apa yang baik dan benar dalam pikiran dan perbuatan.

Hukum Taurat menekankan hukuman terhadap perzinahan secara lahiriah, dan Yesus melengkapinya dengan mengecam perzinahan di dalam hati. Hal ini menandakan bahwa Allah sudah memperhitungkan sebagai dosa ketika kita sudah memikirkan zinah di dalam hati kita.

Oleh sebab itu, semoga kita dapat mengarahkan pikiran dan perbuatan kepada hal-hal yang benar. Dengan begitu, kita tidak mudah terjerumus dalam perbuatan zinah supaya hidup kita tetap suci dan murni di hadapan Tuhan.

 (Fr. Dedianus Pati)

“Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Mat. 5:28).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga mata dan tanganku sungguh menjadi alat-Mu untuk memuliakan seluruh ciptaan-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini