“Yesus Turut Bekerja”: Renungan, 10 Mei 2018

0
2612

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN (P).

Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Ef. 1:17-23 atau Ef. 4:1-13 (Ef. 4:1-7,1113); Mrk. 16:15-20. 

Apa beda antara Yesus yang mengutus dengan seorang Gubernur yang mengutus? Bedanya ialah jika Yesus yang mengutus maka Ia akan mendampingi atau menyertai utusan-Nya, tetapi jika Gubernur yang mengutus maka ia tetap tinggal di tempatnya dan utusannya itu menjalankan tugas yang dipercayakan.

Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini mengisahkan bahwa sebelum Yesus terangkat ke surga, Ia mengutus murid-murid-Nya memberitakan Injil ke segala penjuru dunia. Tugas ini tentulah tidak mudah, karena itu Yesus tidak membiarkan para utusan-Nya berjuang sendirian. Yesus juga turut bekerja dan mendampingi utusan-Nya dengan berbagai macam tanda ajaib. Sampai hari ini, perutusan Yesus bagi murid-murid-Nya yaitu kita semua orang-orang Kristen masih tetap berlaku. Bukan hanya perutusan-Nya tetapi penyertaan-Nya pun masih berlaku.

Di zaman sekarang, tanda-tanda ajaib yang kita alami sebagai tanda penyertaan Yesus, mungkin tidak sama lagi dengan tanda-tanda ajaib yang diberikan kepada para rasul: mampu mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, kebal terhadap racun dan lain sebagainya.

Hal ini dikarenakan tantangan yang kita hadapi sekarang berbeda dengan tantangan yang dihadapi para Rasul yang penuh dengan takhyul, sihir, guna-guna, dan berbagai gejala aneh lainnya. Tanda-tanda ajaib yang mungkin kita alami sekarang ini dalam mewartakan Injil  ialah: kita menjadi semakin sabar, semakin kuat, semakin penuh cinta kasih pada Tuhan dan sesama.

Yang menjadi tugas kita sebagai murid-murid Yesus ialah mewartakan Injil. Tugas Yesus ialah mendampingi hidup kita. Kita tidak perlu mencampuri apa yang menjadi urusan Yesus, karena Ia sanggup melakukannya dengan sangat baik. Isi pewartaan Injil pada waktu itu ialah kebangkitan Yesus; Ia yang telah wafat namun kini bangkit sebagai pemenang yang jaya.

Namun, sama seperti yang diharapkan oleh penginjil Markus, Yesus  bukan saja dipahami dan dilihat sebagai pemenang yang jaya saja, sebab Ia jaya hanya karena pernah bersengsara dan mati di salib. Setiap pengakuan iman akan Yesus menjadi kabur, bahkan tidak bermakna, bila tidak didukung hidup sebagaimana yang diharapkan oleh Yesus sendiri. Semoga perayaan iman hari ini semakin menyemangati kita untuk tetap setia menjadi pewarta Injil di zaman sekarang.

(Fr. Jerry Torrebellaz)

Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahkluk” (Mrk. 16:15).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah aku untuk mewartakan kabar sukacita di dunia ini. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini