Hari Raya Tritunggal Mahakudus
Ul. 4:32-34,39-40; Mzm.33:4-5,6,9,18-19,20,22; Rm.8:14-17; Mat. 28:16-20
Kalimat terkenal dari St. Anselmus yakni fides quaerens intellectum, iman mencari pengertian. Menggambarkan perjalanan terus menerus mencari dan menemukan tetapi terlebih menumbuhkembangkan iman dalam diri. Iman akan Allah yang satu dalam tiga pribadi: Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Mencari pengertian akan satu hakikat tiga pribadi ini terasa tidak mungkin. Sulit mengerti dan masih banyak alasan, yang menggambarkan keterbatasan kemampuan akal budi manusia untuk memahami misteri Allah ini.
Kesaksian Musa di hadapan bangsa Israel yang menasihati agar tetap memelihara hukum Allah menunjukkan bagaimana kemahakusaan Allah itu. Tidak ada Allah lain yang mampu melakukan karya sebesar yang dilakukan Allah terhadap bangsa Israel. Apakah itu masih kurang? Tentu tidak. Yang dibutuhkan adalah berpegang pada ketetapan dan perintah-perintah Allah.
Apa yang dikatakan oleh Musa merupakan gambaran bagaimana kesadaran diri Musa akan karya-karya Allah. Kuasa yang ditunjukkan Allah sebagai bentuk campur tangan Allah pada kehidupan manusia yang tidak bisa berjalan sendiri. Perlu peranan Allah sebagai yang Kuasa atas segala ciptaan.
Demikian juga Rasul Paulus telah memberikan kesaksian tentang peranan tiga Pribadi dalam hidup manusia. Bahwa orang yang hidup dalam Roh adalah anak-anak Allah. Menjadi anak Allah berarti mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Mempunyai tanggung jawab atas panggilan masing-masing sebagai anak-anak Allah.
Itulah yang menjadi amanat dan tugas perutusan yang diberikan Yesus kepada para rasul. Tugas perutusan ini merupakan tanggung jawab semua orang yang hidup dalam Roh sebagai anak-anak Allah. Memberitakan Injil dan mewartakan karya Allah dan membaptis orang merupakan bagian dari perluasan Kerajaan Allah. Di sinilah peranan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Tiga Pribadi yang mengambil bagian khusus dalam pewartaan Injil.
Hari ini merupakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Banyak yang ingin memahami dan mencari pengertian yang masuk akal tetang hal ini. Apakah mungkin?
Bacaan hari ini telah mengingatkan kita bahwa iman akan Tritunggal itulah yang utama. Kesadaran diri terhadap apa yang telah dikerjakan oleh Allah dalam hidup kita. Mencari pengertian memang penting untuk semakin menumbuhkan iman dalam diri.
Itulah misteri Allah yang tidak terselami manusia. Mewartakan Injil. Itulah tugas yang diamanatkan kepada kita. Jangan takut sebab Allah akan menyertai kita sampai akhir zaman.
(Fr. Made Pantyasa)
“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:26).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, mampukanlah aku menjadi pewarta Injil-Mu. Amin.











