“Peranan Ibu Perjanjian”: Renungan, Kamis 31 Mei 2018

0
2193

Pesta SP. Maria Mengunjungi Elisabeth (P)

Zef. 3:14-18a atau Rm. 12:9-16b; MT Yes. 12:2-3,4-bcd,5-6; Luk. 1:39-56

“Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” Dari khalayak ramai terdengar suara itu. Peran Maria bagi Yesus ini tidak merendahkan martabat Maria dalam Lukas 11, sebaliknya mengungkapkan rahasia terdalam kasih karunia Allah yang dicurahkan kepada Maria dan kepada kita semua.

Mengalami besarnya kasih Allah itu, Maria memuliakan Tuhan dengan kidung Magnificatnya yang mengungkapkan betapa Allah begitu mengasihi umat-Nya teristimewa mereka yang hina dina.

Tentang Maria yang menerima “Sang Sabda”, Yesus Kristus, dalam rahimnya yang telah dikuduskan Allah sejak awal hidupnya, baiklah kita simak apa yang ditulis tentang Tabut Perjanjian Allah. Kisah Daud menarik perhatian kita. Kala itu Tabut Perjanjian hendak dibawa ke rumah Daud, namun ia menolak, oleh karena itu tabut dibawa ke rumah Obed-Edom, disana tabut tinggal selama tiga bulan dan Tuhan memberkati Obed – Edom dan seisi rumahnya (2Sam 6:11).

Maria tidak datang sendirian ke rumah Elisabeth. Ia datang sebagai Tabut Perjanjian Baru yang membawa Sang Penyelamat. Dan kalau rumah Obed-Edom diberkati karena tabut berdiam selama tiga bulan, demikian pula Elisabeth dan seisi rumahnya bersukacita. Maria tinggal disana tiga bulan lamanya, demikian dikatakan Kitab Suci.

Perjumpaan kedua wanita sederhana itu, oleh Gereja dihayati sebagai perjumpaan penuh rahmat. Elisabeth menyalami Maria dengan berkata: Siapakah aku ini sehingga ibu Tuhanku datang melawati aku? Dan seketika itu juga anak dalam rahimnya melonjak kegirangan.

Perjumpaan ini lebih dari sekedar perjumpaan biasa. Inilah pertemuan Perjanjian Lama yang diwakili oleh Elisabeth dan Perjanjian Baru yang dihadirkan oleh Maria. Yang lama berakhir, yang baru kini mulai.

Kita belajar apa dari kisah suci Maria dan Elisabeth ini? Mari kita simak dengan baik, Maria telah menerima kehadiran Yesus, Juruselamat dunia dalam hidupnya. Elisabeth menerima Maria dalam rumahnya. Seperti Elisabeth kita, putra-putri Maria, membuka pintu rumah kita, pintu hidup kita bagi kedatangan Maria yang hendak membagikan kepada kita misteri ilahi yang telah diterimanya dari Allah.

Sudikah pintu dibuka kepada Maria? Bila Obed-Edom dan Elisabeth telah diberkati karena telah menerima “Tabut Perjanjian Allah” di rumah mereka, maka tentu saja, kegembiraan yang sama akan diberikan ketika Maria, “Sang Tabut” itu, ada di rumah kita.

(P. Yonas Atjas, Pr)

Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (Luk. 1:45).

Marilah berdoa:

Ya Allah, anugerahkan berkat-Mu, agar kami belajar seperti Maria dan Elisabeth, yang setia di hadapan-Mu dan memperoleh berkat surgawi. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini