Hari Minggu Paskah IV (P).
Kis. 4:8-12; Mzm. 118:1,8-9,21-23,26,28cd,29; 1Yoh. 3:1-2; Yoh. 10:11-18.
Salah satu Gelar Yesus adalah Gembala yang Baik (Pastor Bonus). Karakter dasar Gembala yang baik adalah memberikan nyawaNya bagi domba-dombaNya. Umat manusia membutuhkan seorang pemimpin yang baik. Maka umat Allah juga membutuhkan seorang gembala yang baik. Pada dasarnya setiap persekutuan, termasuk setiap keluarga, membutuhkan seorang pemimpin yang baik.
Daerah Palestina dalam zaman Perjanjian Lama, di dalam keadaan alam serta seluruh penghuninya, gembala mempunyai peranan yang sangat penting. Kitab para Nabi dan Mazmur menyebut Allah sebagai Gembala Israel. Orang-orang Yahudi memang hidup di daerah padang pasir, dalam ancaman binatang buas. Karena itu harus memiliki gembala domba yang melindunginya terhadap perampok. Karena itu seorang gembala harus memiliki rasa tanggung jawab, perhatian, keprihatinan dan kesetiaan akan tugasnya.
Karakter itulah yang dikatakan Yesus sebagai Gembala yang baik. Ia adalah gembala yang mengenal domba-dombanya (Yoh 10:3).Ia bersedia mengorbankan diri untuk melindungi kawanan dombanya (Yoh 10:11-12). Gembala yang baik akan mencari domba yang hilang. Sebagai Gembala yang mencari dan menyelamatkan yang hilang, Ia mencari orang berdosa supaya diampuni dan diterima kembali menjadi putera-puteri Allah. Dalam Kitab Suci tampaklah betapa besar perbedaan antara kasih Yesus kepada orang-orang berdosa dan sebaliknya betapa besar penghinaan kaum Farisi terhadap mereka itu!
Yesus hendak menyatakan kepada kita bahwa Allah Gembala Sejati dikenali dan ditemukan dalam diri Yesus yang bersedia mengorbankan nyawa-Nya untuk mengembalikan kembali tujuan dan makna hidup kita. Perhatian dan kasih-Nya kepada kita sungguh tanpa perhitungan, bukan atas dorongan kepentingan diri sendiri. Sebagai gembala Yesus total berlainan bila dibandingkan dengan sikap dan apapun yang dilakukan oleh gembala-gembala sewaan.
Pada Hari Doa untuk Panggilan sedunia ini juga kita didorong sebagai umat Allah untuk mohon kepada Tuhan agar mengutus banyak pekerja untuk kebun anggur-Nya di dalam panggilan khusus sebagai kaum klerus dan kaum biarawan-biarawati. Dan bagi mereka yang menjalani panggilan khusus supaya senantiasa bersatu dan belajar dari Yesus yang telah menunjukkan dan membuktikan sendiri, bahwa kasih harus merupakan satu-satunya motivasi untuk dapat melaksanakan tugas penggembalaan sebagai pelayanan. Dan kasih penggembalaan itu tidak boleh eksklusif. Sebab domba yang hilang justru harus dicari dan diketemukan kembali.
(P. Dismas Salettia, pr)
“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38)
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus, mampukanlah aku untuk menjadi taat dan setia seperti Maria.











