“Bersinar dalam Terang”: Renungan, Rabu 25 April 2018

0
3138

Pesta S. Markus, PenInj (M).

1Ptr. 5:5b-14; Mzm. 89:2-3,6-7,16-17; Mrk. 16:15-20. 

“Lebih baik menerangi orang daripada hanya sekedar bersinar, membawa orang kepada renungan akan kebenaran daripada merenung.” Itulah ungkapan yang indah dari St Thomas Aquinas. Hal mana ia mau menyadarkan bahwa apa yang kita ketahui itu harus kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Hari ini Gereja semesta merayakan Santo Markus seorang penginjil, hidup pada jaman Yesus. Ia bukan salah seorang dari kedua belas rasul Kristus, melainkan saudara sepupu St. Barnabas rasul (Kis 12:25).  Markus menjadi terkenal karena ia menulis satu dari keempat Injil. Sikap dari St Markus mau menunjukkan bahwa ia tidak hanya sekedar bersinar ketika mendapatkan pengajaran dari Barnabas dan Paulus melainkan mau menerangi orang lain dengan caranya sendiri yakni menuliskan sebuah Injil yang sampai hari ini dibaca oleh banyak orang. Sikap yang ditunjukkan oleh St Markus ini tentu patut diberikan apresiasi karena melalui tulisannya ia telah membawa banyak orang pada pengenalan akan Yesus.

Bacaan Injil hari ini berbicara mengenai amanat agung dari Yesus yakni, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Perutusan ini merupakan amanat terahkir Yesus kepada para rasul yang bersifat wajib. Amanat agung dari Yesus, diberikan kepada para rasul sebelum Dia terangkat ke Surga. Hal itu dikarenakan, saat Yesus bangkit iman para murid sudah benar-benar tumbuh dan tak mudah digoyahkan, berbeda dengan iman mereka sebelum Yesus wafat di salib.

Saat itu iman para murid belum berkembang sebagaimana seharusnya yang diharapkan dari seorang pengikut Yesus. Atas pertimbangan tersebut, Yesus memberikan amanat itu ketika ia telah bangkit dimana saat itu para murid telah terlebih dahulu dijanjikan akan kedatangan Roh Penghibur yang akan menghibur dan menguatkan para Rasul.

Kehidupan manusia sungguh beraneka ragam. Setiap manusia menerima talenta yang berbeda-beda dari Allah. Talenta itu kiranya dikembangkan demi mengembangkan diri sendiri dan orang lain. Talenta itu kiranya tidak membuat manusia jatuh kedalam kesombongan sesaat, melainkan dipakai untuk memuji dan memuliakan Allah. Apakah kita telah senantiasa menjalankan amanat agung Yesus Kristus?

(Fr. Gregorius Anselmus Legi)

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk menjalankan amanat agung dari-Mu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini