Tema: “Komunitas (Gereja) Basis sebagai Budaya Profetis (Masa Adven)

0
1513

“Setiap manusia tidak bisa hidup sendirian di dunia ini”. Kalimat ini memang terkesan biasa saja namun sangat bermakna dalam konteks kehidupan manusia. Setiap manusia yang sering kita sebut individu selalu bergantung pada individu yang lain. Seorang anak bergantung kepada orang tuanya. Seorang istri membutuhkan suami, demikian juga setiap kita membutuhkan orang lain untuk menjadi sahabat ataupun sesama kita.

Dalam kehidupan menggereja setiap orang beriman membutuhkan sesamanya sebagai saudara yang saling menolong dalam iman. Persaudaraan antara sesama umat selalu menjadi hal yang penting dalam kehidupan menggereja, karena dengan begitu terjalinlah suatu komunitas umat Allah. Komunitas umat Allah yang sering kita sebut Gereja memiliki suatu karakteristik yang unik yakni membangun komunitas basis. Komunitas basis di dalam komunitas umat Allah merupakan suatu budaya kenabian. Komunitas basis merupakan kelompok umat yang saling mengenal, yang berada dalam suatu wilayah tertentu atau yang sementara berjuang dalam menghidupi imannya di tengah masyarakat.

Komunitas basis ini menjadi masyarakat akar rumput yang mampu menjadi garam dan terang bagi dunia. Kegiatan kerohanian dan karya pelayanan yang dikerjakan di dalam komunitas basis menjadi suatu kesaksian hidup baik kepada masyarakat luas maupun masyarakat di sekeliling lingkungan mereka. Komunitas basis menjadi wadah di mana setiap anggota umat dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan menggereja. Di dalam komunitas basislah setiap kita yang adalah umat beriman ikut ambil bagian dalam panca pertusan Gereja yakni Liturgia, Kerigma, Diakonia, Martiria dan Koinonia.

Salah satu tradisi dari komunitas basis yang sering kita jumpai ialah adanya persekutuan doa, aksi sosial bersama, karya karitatif dan masih banyak lagi. Khususnya di masa Adven, komunitas basis akan saling membantu dalam mempersiapkan diri menyambut kelahiran Tuhan tetapi juga membantu sesama agar siap dalam menyambut Natal Kristus. Semua karya dan kegiatan umat sebagai komunitas basis harus menjadi aspek kesaksian bagi dunia.

Di mana kita dapat menemukan komunitas basis? Komunitas basis ada di sekitar kita dan kita adalah salah satu dari anggota komunitas basis itu sendiri. Komunitas basis di tempat kerja kita, di lingkungan tempat tinggal kita, di sekolah kita maupun dimana saja. Kita hendaknya membentuk komunitas yang saling menguatkan dan saling peduli khususnya di tengah masa-masa sulit yang sementara kita alami terkait dengan pandemi covid-19.

Semoga Tuhan menolong kita semua. Imanuel.

Fr. Alowisius Sormudi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini