Refleksi: “Awalnya Tak Mau!”

0
1940

Ada banyak cara Tuhan memanggil setiap orang, terlebih dalam panggilan sebagai calon imam. Saya masuk seminari pertama kali atas motivasi keluarga. Sehingga pada awal saya menginjakkan kaki di Seminari St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, ada rasa enggan untuk masuk di Seminari. Akan tetapi saya sadari bahwa melalui itulah sesungguhnya Tuhan menangkap saya. Tuhan punya rencana tersendiri bagi saya, sehingga ketika saya mengalami kehidupan di Seminari Menengah, di situlah saya menemukan arti panggilan saya untuk menjadi calon imam.

Apa yang membuat saya terpanggil waktu itu? Pertama, karena ketika saya hidup di seminari menengah saya akhirnya mengenal bahwa di seminari saya mengalami pembinaan baik dari segi rohani, pribadi, dan intelektual sebagai persiapan untuk menjadi calon imam. Saya mengalami hidup bersama dengan para pastor atau formator di Seminari melalui cara hidup rohani mereka, pergaulan, tutur kata, dan tindakan mereka. Terlebih karena kesetiaan mereka dalam hidup doa dan Ekaristi. Itulah motivasi awal panggilan saya tumbuh di Seminari.

Kemudian alasan kedua, karena kebersamaan yang tercipta di lingkungan seminari yang membuat kami teman-teman seangkatan di seminari yang saling mendukung dan memotivasi satu sama lain.

Mengalami kehidupan di Seminari dengan corak hidup rohani terutama dalam doa Pagi bersama sambil mendaraskan kidung dan mazmur, serta Ekaristi harian itulah yang membuka diri saya untuk menjalani hidup panggilan sebagai calon Imam. Keputusan untuk melanjutkan ke tahap yang lebih tinggi dalam pembinaan calon Imam di Seminari Tinggi dengan studi Filsafat-Teologi dan juga pengalaman pastoral yang mana saya mengalami kedekatan dengan umat, membuat saya semakin yakin dengan jalan panggilan yang sudah Tuhan anugerahkan kepada saya.

Meskipun saya sadari bahwa ketika memutuskan hidup di jalan Tuhan ada banyak lika-liku namun saya akhirnya selalu diingatkan pada motivasi awal saya, yakni pengalaman kedekatan dengan Tuhan lewat Doa dan Ekaristi. Setiap kali saya mengalami kesulitan dalam panggilan Doa dan Ekaristi-lah yang menjadi kekuatan saya dalam menjalani panggilan Tuhan ini.

Saat ini saya tengah berjuang, meski banyak rintangan dalam jalan panggilan ini, saya yakin bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan orang-orang yang dipanggilnya. Semoga semua orang yang dipanggil oleh Tuhan mengalami hal seperti itu.

(Fr. Angelo Cheryl Tanod)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini